Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada keluarga korban keracunan makanan bergizi gratis di Karo dan memastikan penanganan medis maksimal, termasuk rujukan ke Jakarta.
Badan Gizi Nasional mengeluarkan 1.653 sekolah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai mandiri secara finansial, untuk mengalihkan sumber daya ke daerah tertinggal.
Kejagung menyebut, lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia membuat proses pemeriksaan korupi MBG membutuhkan waktu.
Studi terbaru CIPS (2026) menunjukkan kebijakan tersentral untuk program MBG tidak efektif karena cenderung membatasi pengawasan dan menyulitkan penyesuaian dengan konteks lokal.
Badan Gizi Nasional mencatat 5.482 korban keracunan makanan dari 62 dapur SPPG, dengan lebih dari 80% penyebabnya adalah pelanggaran Standar Operasional Prosedur.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG akan tetap dilanjutkan tahun depan meski anggarannya di bawah Rp 200 triliun, dengan strategi efisiensi seperti penyesuaian insentif SPPG.