Bagaimana Cara Mencari Orang Hilang di Laut? Ini Mekanismenya

ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU
Personel Basarnas memantau menggunakan teropong saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak. di Perairan Selat Sunda.
Penulis: Zora Anjani
Editor: Safrezi
10/9/2026, 14.16 WIB

Bagaimana cara mencari orang hilang di laut? Tim SAR tidak hanya menyisir titik terakhir korban terlihat. Pencarian orang hilang di laut dilakukan dengan memperkirakan posisi korban berdasarkan lokasi terakhir, waktu kejadian, arah dan kecepatan arus laut, angin, gelombang, serta kondisi cuaca.

Informasi tersebut digunakan untuk menentukan area pencarian orang hilang di laut. Tim SAR kemudian membagi wilayah menjadi beberapa sektor dan mengerahkan Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran melalui laut, udara, maupun darat. Jika hasil pencarian belum menemukan korban, area dan pola pencarian dapat diperluas atau disesuaikan.

Mekanisme ini juga diterapkan dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Pada hari kedua operasi, tim SAR memperluas area pencarian dan membagi personel ke sejumlah SRU untuk menyisir sektor yang telah ditentukan.

Bagaimana SAR Menentukan Lokasi Orang Hilang di Laut?

Lokasi terakhir korban menjadi titik awal pencarian, bukan berarti menjadi satu-satunya lokasi yang diperiksa. Tim SAR mengumpulkan informasi mengenai kapan dan di mana korban terakhir terlihat atau berkomunikasi, kemudian memperkirakan kemungkinan pergeseran posisi selama waktu pencarian.

Arus laut menjadi salah satu faktor penting karena dapat membawa korban atau benda yang berada di permukaan menjauh dari titik awal. Arah angin, gelombang, kondisi cuaca, dan karakteristik perairan juga diperhitungkan ketika menentukan area yang akan disisir.

Secara umum, langkah menentukan lokasi pencarian meliputi:

  1. Menentukan titik terakhir korban diketahui, berdasarkan laporan saksi, komunikasi terakhir, GPS, share location, atau informasi lain.

  2. Mencatat waktu kejadian dan waktu kontak terakhir untuk mengetahui berapa lama kemungkinan korban telah berada di laut.

  3. Menganalisis kondisi perairan, termasuk arus laut, arah angin, gelombang, dan cuaca.

  4. Memperkirakan pergerakan korban dari titik terakhir berdasarkan kondisi tersebut.

  5. Menentukan area pencarian yang dinilai memiliki kemungkinan keberadaan korban.

  6. Membagi area menjadi beberapa sektor agar setiap SRU memiliki wilayah penyisiran yang jelas.

Pada pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda, misalnya, tim SAR memperluas area pencarian dan membaginya ke dalam beberapa SRU. Salah satu unit menggunakan KN SAR Tetuka 247 untuk menyisir area dengan jarak antarjalur pencarian tertentu, sementara unit lainnya menggunakan kapal dan RIB untuk sektor berbeda.

Bagaimana Proses Pencarian Orang Hilang di Laut?


Hari kedua pencarian kapal hilang kontak di Selat Sunda (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU)

Setelah area pencarian ditentukan, tim SAR melakukan penyisiran dengan pola yang telah direncanakan. Pembagian sektor penting karena wilayah laut yang harus diperiksa bisa sangat luas, sementara kondisi arus dan cuaca dapat membuat posisi korban terus berubah.

Pencarian juga tidak hanya dilakukan menggunakan kapal. Sarana yang digunakan dapat disesuaikan dengan lokasi dan kondisi operasi, mulai dari kapal SAR hingga pemantauan dari udara. Dalam pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda, sejumlah kapal dari Basarnas, TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan penyisiran.

Mekanisme penyisiran dapat dilakukan melalui:

  • Pencarian dari laut, menggunakan kapal atau perahu untuk menyisir sektor yang telah ditentukan.

  • Pencarian dari udara, menggunakan pesawat atau helikopter ketika kondisi memungkinkan.

  • Pencarian dari darat, terutama jika korban diperkirakan terbawa arus menuju garis pantai atau pulau.

  • Pemantauan menggunakan drone, untuk mengamati area tertentu dari udara.

  • Pencarian bawah air, apabila terdapat indikasi korban berada di bawah permukaan.

  • Evaluasi sektor pencarian, dengan menyesuaikan area berdasarkan hasil penyisiran dan informasi terbaru.

Dalam operasi di Selat Sunda, pencarian hari kedua juga didukung berbagai sarana, termasuk kapal SAR, RIB, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis dan komunikasi. Kondisi cuaca, arus laut, dan perkembangan informasi menjadi pertimbangan dalam evaluasi operasi.

Mengapa Arus Laut dan Angin Diperhitungkan?

Orang yang hilang di laut belum tentu berada di lokasi terakhir ketika pencarian dimulai. Jika korban berada di permukaan air, arus dapat menggeser posisinya dari titik awal. Karena itu, semakin banyak waktu yang berlalu, semakin penting memperkirakan arah pergerakan air dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

Arah angin dan gelombang juga dapat memengaruhi pergerakan korban atau benda yang menjadi petunjuk pencarian. Kondisi tersebut membuat area pencarian SAR di laut tidak selalu tetap dan dapat diperluas setelah tim mengevaluasi hasil pencarian.

Dalam kasus rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, tim SAR memperluas area penyisiran setelah mengevaluasi operasi sebelumnya. Kondisi cuaca dan arus laut juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan pencarian berikutnya.

Apa Saja Peralatan untuk Mencari Orang Hilang di Laut?

Peralatan pencarian digunakan untuk memperluas jangkauan tim SAR sekaligus membantu menemukan korban dari berbagai kondisi. Pemilihannya bergantung pada lokasi, cuaca, kondisi laut, serta apakah korban diperkirakan berada di permukaan atau di bawah air.

Beberapa peralatan dan sarana yang dapat digunakan antara lain:

  • Kapal dan perahu SAR untuk melakukan penyisiran permukaan laut.

  • Pesawat dan helikopter untuk melihat wilayah pencarian dari udara.

  • Drone, termasuk drone dengan kamera khusus, untuk membantu pemantauan area.

  • Peralatan navigasi dan komunikasi untuk menentukan posisi dan mengoordinasikan SRU.

  • Peralatan SAR air untuk pencarian dan pertolongan di perairan.

  • Peralatan pencarian bawah air untuk kondisi ketika terdapat dugaan korban berada di bawah permukaan.

Dalam pencarian jurnalis yang hilang di Selat Sunda, tim SAR mengerahkan sejumlah kapal dan RIB dari beberapa unsur. Drone thermal juga digunakan sebagai bagian dari dukungan pencarian, sementara opsi pencarian dari udara disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan dan rekomendasi otoritas terkait.

Berapa Lama Orang Hilang di Laut Dicari?

Tidak ada satu durasi pencarian yang berlaku untuk semua kasus orang hilang di laut. Lama operasi bergantung pada kondisi kejadian, hasil pencarian, cuaca, kondisi perairan, informasi terbaru, serta evaluasi tim SAR.

Selama pencarian berlangsung, strategi dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan. Jika belum ditemukan, tim dapat memperluas area, mengganti sektor, atau menggunakan sarana pencarian tambahan. Pada kasus rombongan jurnalis di Selat Sunda, pencarian dilanjutkan ke hari berikutnya dengan area yang diperluas dan pembagian SRU ke beberapa sektor.

Karena itu, ketika orang dilaporkan hilang di laut, pencarian tidak sekadar dilakukan dengan mencari di titik terakhir korban terlihat. Lokasi terakhir, waktu, arus laut, angin, gelombang, cuaca, hasil penyisiran, dan informasi terbaru terus digunakan untuk menentukan ke mana tim SAR harus mencari berikutnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.