Belanja sekarang, bayar nanti. Kedengarannya praktis, tapi di baliknya ada bom waktu yang mengintai keuangan rumah tangga Indonesia.

Data BPS mencatat konsumsi rumah tangga naik jadi 5,06% di kuartal II 2026. Tapi Mandiri Spending Index dan LPS menunjukkan hal berbeda: tabungan masyarakat justru menyusut, sementara utang paylater dan pinjol terus membengkak.

Jumlah rekening paylater dari perbankan naik jadi 32,8 juta rekening. Nilai total pinjaman online yang beredar tembus Rp105 triliun. Dan 86% pinjaman daring kini dipakai untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif.

Satu dari dua kelas menengah Indonesia sudah aktif pakai paylater. Satu dari lima rumah tangga bahkan mengandalkan pinjaman online untuk bertahan setelah kena PHK.

Regulasi mulai dibenahi lewat POJK Nomor 32 Tahun 2025. Tapi kalau akar masalahnya, pendapatan riil yang stagnan, tidak dibenahi, apa cukup aturan teknis menghentikan bom waktu ini?

Editor : Desy Setyowati
Videografer : Bayu Surya Oktavian
Video Editor : Andika P
Motion : Farah Nadia
Producer : Ilham S 

#KalauBicaraPakaiData #ExplainerKatadata #Paylater
https://www.katadata.co.id

======================================================

#Katadata #KatadataIndonesia

Pantau dan Subscribe Katadata Indonesia.

Instagram :   / katadatacoid  
Facebook :   / katadatacoid  
Twitter :   / katadatacoid  
Tiktok :   / katadatacoid  
Spotify : https://spoti.fi/3ipaxGY

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina, Rahayu Subekti, Antara