Review Boruto 218: Dialog Kematian Kurama Berbeda dari Manga

TV Tokyo
Naruto dan Kurama
Penulis: Maria Margaretha
4/10/2021, 01.59 WIB

ZIGI – Kematian kurama dari manga Boruto chapter 55 akhirnya diadaptasi dalam anime Boruto 218 yang tayang hari Minggu, 3 Oktober 2021. Dari dua versi tersebut terdapat perbedaan dialog antara Naruto dan Kurama menjelang ajalnya.

Dalam versi anime, percakapan antara Naruto dan Kurama terasa lebih sentimental dan bermakna. Tidak heran pertarungan Borushiki dan Sasuke dipotong lebih cepat untuk memberikan durasi lebih panjang pada momen perpisahan Naruto dan Kurama.

Seperti apa perbedaannya? Berikut ini review Boruto 218 sub Indo yang berjudul ‘Rekan’, menggambarkan hubungan Naruto dan Kurama selama ini.

Baca juga: Spoiler dan Link Nonton Boruto 218 Sub Indo, Sayonara Kurama

Dialog Naruto dan Kurama versi Manga Boruto chapter 55

Masashi Kishimoto nampaknya kebingungan membuat dialog perpisahan Naruto dan Kurama dalam panel manga yang terbatas. Di manga Boruto chapter 55, ketika sudah waktunya untuk mati, Kurama menyuruh Naruto untuk mengucapkan kata-kata terakhir.

Kalimat pertama yang keluar dari mulut Naruto kepada Kurama adalah, kau membunuh ayah dan ibuku. Tapi sang hokage pada dasarnya memang memiliki sifat yang kikuk, Naruto tidak pintar berkata-kata terutama dari hati ke hati.

“Well, kau telah membunuh ayah dan ibuku. Ah bukan itu, kita telah melalui banyak hal bersama. Aku bersyukur ada kau di sisiku,” tutur Naruto.

Kurama tidak puas mendengar kalimat itu. Naruto mengaku dia bingung harus berkata apa sebelum mati. Dia juga merasa belum siap untuk pergi, Naruto mengkhawatirkan Boruto, Kawaki, dan Konoha tanpa dirinya.

Dalam versi manga ini, perkataan Kurama lebih seperti sifat aslinya sebagai monster ekor 9. Dia berhati dingin dan tidak mempedulikan manusia.

“Semua itu bukan urusanku. Kamu sendiri yang harus menjaganya,” ujar Kurama.

Kemudian Kurama menjelaskan bahwa Naruto tidak akan mati meski biju dalam tubuhnya hilang. Saat ini chakranya menghilang tapi dia akan segera sadar.

Setelah itu dialog berlanjut seperti dalam anime, Kurama menjelaskan bahwa sebagai ganti kekuatan baryon adalah nyawanya, bukan Naruto.

Dialog Kematian Kurama versi Anime Boruto 218

Dialog kematian Kurama di manga hanya terdiri 7 halaman, penggemar bisa menyaksikan versi lebih panjang di anime Boruto 218 dengan durasi 15 menit. Ditambah scene perpisahaan berupa flashback kebersamaan Naruto dan Kurama selama 19 tahun ini.  

 

Berbeda dari manga, di sini Naruto nampak tenang untuk pergi selamanya setelah menyaksikan Boruto dan Kawaki berhasil mengalahkan Otsutsuki.

Tapi Naruto sedih karena tidak bisa menyampaikan salam perpisahan kepada Himawari dan Hinata. Dialog ini terlihat sangat alami, menunjukkan Naruto sebagai seorang ayah dan suami yang memikirkan keluarganya hingga akhir.

Dialog selanjutnya Naruto dan Kurama membicarakan dua tokoh utama di kisah Boruto: Naruto Next Generations yakni Boruto dan Kawaki. Kurama setuju dengan Naruto, menurutnya Kawaki memang bukan orang jahat. 

Naruto mengatakan kalau boruto dan Kawaki seperti saudara kandung. Mereka belajar dari satu sama lain dan perlahan menjadi semakin baik. Pernyataan ini nampaknya akan menjadi gambaran apa yang terjadi dengan Boruto dan Kawaki di masa depan saat time skip.

Kurama merasa hubungan Kawaki dan Boruto seperti Naruto dan Sasuke. Tapi Naruto kurang setuju karena Sasuke punya kakak kandung yang hebat seperti Itachi.

Kalimat yang diucapkan Naruto selanjutnya sangat sentimental, dia menganggap Kurama seperti saudara sendiri.

“Dahulu aku menginginkan saudara. Namun ada kau di sisiku. Kau bahkan lebih baik daripada saudara. Kalau dipikir-pikir sejak aku lahir kita selalu bersama,” ujarnya.

Kurama tertawa mendengar Naruto berbicara sentimental tidak seperti dirinya. Kemudian mereka membicarakan masa lalu. 

“Aku adalah jelmaan kebencian. Aku disegel di dalam dirimu saat kau baru lahir. Kebencian dalam diriku belum sepenuhnya hilang. Itu muncul kembali beberapa kali bersama emosi dan semangatmu,” tutur sang Kyubi.

Kurama mengakui kalau Naruto berbeda dari manusia lain yang hanya ingin memanfaatkan kekuatan jubi. Hanya dia satu-satunya orang yang memanggil mahkluk berekor dengan nama asli mereka.

“Pada akhirnya aku bergabung padamu untuk mengalahkan Otsutsuki. Lagipula aku tidak mau mati sia-sia,” lanjut Kurama, merujuk pada nasibnya bila Naruto mati.

Dari situ dia menjelaskan bahwa baryon mode adalah kekuatan yang mengorbankan nyawa Kurama sendiri bukan Naruto. Dialog berlanjut seperti di dalam manga.

Kurama berharap mulai saat ini Naruto bisa hidup lebih hati-hati, karena dia tidak lagi memiliki kekuatan manusia super dari chakra kyubi.

“Hingga waktunya tiba, hiduplah dengan baik, Naruto,” demikian kata-kata terakhir Kurama.

Tahukah kamu, Kurama pertama kali muncul di anime Naruto episode 1 tayang tanggal 3 Oktober 2002. Kini Kurama mati dalam anime Boruto 218 yang tayang 3 Oktober 2021, tepat 19 tahun perayaannya. Sayonara Kurama..

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.