Lewat Twitter, Elon Musk Tantang Vladimir Putin Berkelahi
ZIGI – Dua tokoh dunia saat ini, Elon Musk dan Vladimir Putin terlibat ketegangan di media sosial belum lama ini. Bos Tesla dikabarkan mengajak berkelahi orang nomor satu Rusia dalam pertarungan satu lawan satu.
Lantas, seperti apa kronologi Elon Musk tantang duel Vladimir Putin? Mengapa Elon terlihat tidak ciut nyali melihat kekuatan Putin yang dikelilingi militer? Yuk, simak berita selengkapnya di bawah ini.
Baca Juga: Fakta Anak Kedua Grimes dan Elon Musk, Nama Y Lahir dari Ibu Pengganti
Elon Musk Tantang Vladimir Putin
Bos mobil listrik Tesla, Elon Musk tampaknya mulai geram dengan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang melakukan invasi militer ke Ukraina. Oleh sebab itu, dia menantang Putin untuk pertempuran tunggal melalui sebuah kicauan pada hari Senin, 14 Maret 2022.
"Dengan ini saya menantang Vladimir Putin untuk pertempuran tunggal. Taruhannya adalah Ukraina," demikian kata Elon Musk dikutip Zigi.id dari Western Slope Now, Selasa, 15 Maret 2022.
Musk juga menyematkan akun Twitter resmi Kepresidenan Rusia dan bertanya dalam bahasa Rusia apakah Putin akan menerima tantangan itu. Menanggapi pertanyaan salah satu netizen tentang keseriusan tantangan tersebut, Musk menegaskan sangat serius ingin melawan Putin.
Dalam perseteruan Rusia-Ukraina, Elon Musk diketahui lebih memihak pada Ukraina dengan mengirim layanan internet broadband Starlink SpaceX ke negara tersebut. Meski begitu, Musk mengatakan bahwa Starlink tidak akan memblokir sumber berita Rusia kendati mendapat permintaan dari beberapa pemerintah.
Dilarang Meta
Sementara Elon Musk menantang tarung dengan Vladimir Putin melalui Twitter, sikap berbeda justru diambil perusahaan Meta. Raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg ini melarang adanya seruan upaya pembunuhan terhadap kepala negara termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Larangan tersebut diterapkan khusus untuk pengguna seluruh jenis platform di bawah naungan Meta seperti Facebook dan Instagram khususnya bagi pengguna di Ukraina. Langkah ini diambil sebagai tanggapan laporan Reuters yang menyebut Meta membiarkan sejumlah seruan pembunuhan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
Oleh karena itu, Meta kemudian mengambil langkah tegas dengan melakukan perubahan kebijakan konten yang hanya berlaku di Ukraina. Kebijakan yang diberlakukan lebih spesifik menyebut tentang kampanye pembunuhan terhadap Vladimir Putin yang marak terjadi di Facebook dan Instagram.
"Kami sekarang mempersempit fokus untuk memperjelas kondisi yang ada bahwa hal itu tidak bisa ditafsirkan sebagai memaafkan kekerasan terhadap Rusia secara umum," kata Meta Global Affair President, Nick Clegg dalam keterangannya.
Hingga saat ini, cuitan Elon Musk yang menantang Vladimir Putin masih belum ditanggapi. Namun, cuitan tersebut sudah disukai hinga 336 ribu pengguna Twitter usai diunggah dalam satu hari.
Baca Juga: Cara Elon Musk Bantu Aktifkan Jaringan Internet di Ukraina