Jawed Karim, Pendiri YouTube Protes Kebijakan Jumlah Dislikes Dihapus
ZIGI – Pendiri YouTube, Jawed Karim tidak setuju dengan kebijakan platform video tersebut menghapus tampilan jumlah dislikes. Keputusan ini dianggap bertentangan dengan esensi dari platform konten berbasis buatan pengguna (user-generated content).
Sebagai salah satu pendiri YouTube, Jawed Karim memiliki cara tak biasa agar kritikannya diketahui secara luas. Pengusaha teknologi berdarah Bangladesh-Jerman ini membuat tulisan baru pada deskripsi video pertama yang diunggah sepanjang sejarah YouTube. Yuk simak kejadiannya!
Fitur Dislikes Dianggap Penting
Jawed Karim adalah orang pertama yang mengunggah video di YouTube pada April 2005 dengan judul “Me at the Zoo”. Baru-baru ini, dia mengubah deskripsi video untuk menulis kritikan mengenai kebijakan baru menghilangkan jumlah dislikes dari publik.
“Kemampuan untuk dengan mudah dan cepat mengidentifikasi konten yang buruk adalah fitur penting dari platform konten yang dibuat pengguna. Mengapa? Karena tidak semua konten buatan pengguna itu bagus. Ini tidak mungkin. Bahkan, sebagian besar tidak baik,” tulisnya.
Menurut Jawed, tombol likes dan dislikes menjadi kebijakan pengguna untuk menilai kualitas sebuah konten video. Konten bagus harus diekspos sementara yang buruk disingkirkan. Kebijakan baru ini justru merusak proses tersebut.
“Apakah YouTube ingin menjadi tempat dimana segala sesuatunya biasa-biasa saja? Karena tidak ada yang bisa menjadi hebat jika tidak ada yang buruk,” ungkap Jawed.
Pengusaha teknologi berumur 42 tahun tersebut menilai ada alasan sebenarnya yang mendorong kebijakan ini, dan hal itu tentu tidak baik, sehingga tidak akan diketahui publik.
Alasan YouTube Hapus Dislikes
Di bulan November lalu, YouTube mengumumkan untuk menyembunyikan jumlah dislikes dari penonton umum. Hal ini untuk menghindari serangan yang bersifat subjektif untuk menjatuhkan kreator.
“Kami tahu bahwa Anda mungkin tidak setuju dengan keputusan ini, tetapi kami percaya bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan untuk platform. Kami ingin menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghormati di mana pembuat konten memiliki kesempatan untuk berhasil dan merasa aman untuk mengekspresikan diri,” kata YouTube dalam blog.
Sejauh ini, video paling banyak dislikes adalah YouTube Rewind 2018 dengan jumlah 19,67 juta dislikes dari total 221,3 juta penonton per 18 November 2021.
YouTube merasa perlu menyembunyikan jumlah dislikes untuk melindungi kreator. Namun, Jawed Karim selaku pendiri YouTube memiliki pandangan berbeda. Bagaimana menurutmu?