5 Tradisi Imlek yang Unik di Indonesia, Ada Perang Air

Unsplash
Ilustrasi Tahun Baru Imlek
17/1/2023, 07.00 WIB

ZIGI – Perayaan Tahun Baru Imlek sudah menjadi tradisi bagi warga Indonesia yang berketurunan Tionghoa. Tahun Baru Imlek sendiri sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2003 lalu. Di Indonesia, tradisi perayaan imlek telah berakulturasi dengan tradisi-tradisi yang sudah melekat oleh penduduk lokal.

Sebab adanya akulturasi budaya ini, sejumlah perayaan Imlek di Indonesia juga beragam dan unik. Lantas seperti apa perayaan tahun baru Imlek yang unik di Indonesia? Simak yuk ulasan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: 7 Artis Lakukan Pemotretan Bertema Imlek, Lyodra hingga Audi Marissa

1. Perang Air Meranti di Riau

Tradisi Imlek sudah tidak asing dengan nuansa merah, termasuk atraksi barongsai. Namun, ada tradisi Imlek yang unik di Indonesia, salah satunya ada di Riau. Bagi masyarakat Tionghoa di Riau akan merayakan Imlek dengan perang air atau juga dikenal dengan Cian Ciu.

Rupanya, perang air sebagai merayakan tahun baru Imlek ini sudah diadakan sejak puluhan tahun yang lalu. Bukan hanya dinikmati oleh warga yang berketurunan Tionghoa saja, tradisi ini juga menjadi tujuan wisata penduduk lokal maupun mancanegara.

2. Grebeg Sudiro di Solo

Tradisi unik lainnya juga dilakukan di Solo bernama Grebeg Sudiro. Grebek sendiri sering digunakan untuk arak-arakan. Untuk Grebek Sudiro di Solo, biasanya ada kirab budaya yang melekat dengan tradisi orang Tionghoa seperti adanya atraksi barongsai, Liong hingga wayag-wayang khas Imlek.

Tradisi ini biasanya berlangsung di kawasan Pasar Gede, Surakarta. Pada hari mendekati Imlek, biasanya pemerintah setempat telah menghiasi kawasan Pasar Gede dengan lampion berwarna merah. Selain warga lokal bisa menyaksikan kirab budaya, di sana juga akan ada bazar dengan berbagai menu terlebih jajanan khas Imlek.

3. Mandi di Tujuh Sumur

 

Saat menjelang Imlek, banyak warga keturunan Tionghoa menyambangi Vihara Gayatri, Depok. Vihara ini memiliki keunikan di mana ada tujuh sumur yang nantinya bakal digunakan untuk mandi. Selain bersembahyang, pengunjung biasanya juga mandi di tujuh sumur ini.

Setiap sumur memiliki nama dan khasiat yang berbeda-beda. Ada pun nama ketujuh sumur tersebut adalah Sri Ningsih, Sri Waras, Sri Lungguh, Sri Kumaratih Kumajaya, Sri Rezeki, Dewi Sri Mulyasari, dan Sri Ponco Warno.

4. Perayaan Imlek di Tengah Sungai Musi

Palembang memiliki sungai yang terkenal yakni sungai Musi. Berbagai perayaan biasanya digelar di sungai ini termasuk perayaan Imlek. Secara khusus, tradisi Imlek akan diselenggarakan di Pulau Kemaro yang terletak di tengah sungai Musi. 

Nantinya, akan ada berbagai perayaan Imlek yang diselenggarakan di pulau tersebut seperti atraksi barongsai, wayang khas orang Tionghoa hingga kesenian tradisional. Tidak lupa, di sana juga akan ada berbagai makanan khas Imlek yang dijajakan. 

5. Pawai Tatung di Singkawang

Akulturasi budaya lokal dengan Tionghoa juga terjadi di Singkawang. Setiap menjelang tahun baru Imlek, akan ada pawai Tatung. Pawai ini biasanya berisikan atraksi debut di mana para pemainnya akan kemasukan arwah leluhur.

Atraksi yang paling menakutkan saat ada pemain yang menusukkan benda-benda tajam ke bagian tubuhnya. Oleh sebab itu, ketika menonton ini sebaiknya dibutuhkan pendampingan agar tidak ditiru begitu saja.

Tradisi-tradisi di atas sudah rutin dilakukan setiap tahunnya untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Selain itu, sejumlah klenteng biasanya juga mengadakan perayaan Imlek dengan pekan budaya atau pawai seperti di klenteng Hong Tie Hian Surabaya hingga Yogyakarta.

Baca Juga: Barbie Edisi Tahun Baru Imlek 2022 Rilis, Rancangan Desainer Guo Pei

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.