Implementasi Co-Firing di PLN Hasilkan 575,4 GWh Listrik Bersih

Sepanjang 2022 PLN mengimplementasikan teknologi co-firing di 36 lokasi PLTU dari target 35 lokasi.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
2 Januari 2023, 18:28
Implementasi Co-Firing PLN
Dok PLN

PT PLN (Persero) menggunakan biomassa sebagai substitusi dari batu bara yang digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Teknologi yang disebut co-firing ini dilakukan PLN untuk bisa menekan emisi karbon.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sepanjang 2022 PLN mengimplementasikan teknologi co-firing di 36 lokasi PLTU dari target 35 lokasi.  Program co-firing PLN mampu memproduksi energi bersih sebesar 575,4 GWh dan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 570 ribu ton CO2 dengan memanfaatkan biomassa sebanyak 542 ribu ton.

"Implementasi co-firing akan memberikan dampak terhadap penurunan emisi karbon dan gas rumah kaca. Ini merupakan bagian dari ekosistem listrik kerakyatan yang melibatkan masyarakat dalam penyediaan biomassa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat," ujar Darmawan.

Tak hanya sekedar memanfaatkan biomassa, untuk menjamin keberlangsungan pasokan, PLN telah membangun rantai pasok biomassa. Mulai tahap perencanaan, pembangunan, pengelolaan biomassa plant sampai dengan komersialisasi di PLTU PLN. 

Biomassa yang saat ini dipergunakan ada lima jenis yaitu serbuk gergaji, serpihan kayu, cangkang sawit, bonggol jagung, dan bahan bakar jumputan padat. 

Program co-firing sendiri  sudah berhasil dilakukan dengan kolaborasi pemanfaatan sampah bersama 12 Pemda di seluruh Indonesia. Selain itu, enam proyek Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sudah diluncurkan dan beroperasi di tahun 2022.

"Kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah daerah untuk pemanfaatan sampah serta Perhutani untuk pemanfaatan tanaman energi atau serbuk kayu. Kerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak lainnya lakukan untuk pemanfaatan jenis biomassa seperti serbuk gergaji, sekam padi, bonggol jagung dan cangkang sawit," tukas Darmawan.

Dalam menuju transisi energi bersih, PLN tidak berjalan sendiri. PLN  berkolaborasi dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Program ini memberikan dampak yang luar biasa bagi PLN, lingkungan dan masyarakat.

"Melalui program ini, kami tidak hanya bermaksud mengganti batu bara dengan biomassa, tetapi juga membangun rantai pasok biomassa yang andal dengan melibatkan masyarakat. Sehingga dalam penyediaannya memiliki dampak ekonomi untuk masyarakat secara langsung," ungkap Darmawan.

Kehadiran program ekonomi kerakyatan co-firing ini juga merupakan langkah nyata PLN menjawab persoalan global. Mewujudkan Indonesia yang bersih dan mandiri energi. Meningkatkan kapasitas nasional dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait