Cita-Cita Campina Hadirkan Keceriaan dengan Es Krim

Vika Azkiya Dihni
28 November 2022, 09:22
Es krim Campina.
Instagram/campinaicecream
Es krim Campina.

PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) akan memperluas jaringan distribusi selain ibu kota provinsi di Indonesia. Rencananya, Perseroan akan perluas jaringan distribusi ke kota lapis kedua dan ketiga pada 2023. 

Saat ini perseroan memiliki 61 titik distribusi dan 33 titik distribusi milik pihak ketiga di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki 30 cabang kantor milik perseroan di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua. 

“Tahun 2023 akan perluas jaringan distribusi ke kota secondary dan tersier, sehingga akan lebih banyak lagi konsumen nikmati es krim Campina,” ujar Direktur PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Adji Andjono, dalam paparan publik Kamis, 24 November 2022.

Berawal dari Industri Rumahan

PT Campina Ice Cream Industry Tbk merupakan salah satu produsen es krim di Indonesia. Perseroan pertama kali didirikan dengan nama CV Pranoto pada 22 Juli 1972.

CV Pranoto didirikan oleh Darmo Hadipranoto di Jalan Gembong Sawah Surabaya, yang juga merupakan kediaman pribadi Darmo Hadipranoto. Keluarga Hadipranoto memulai bisnis es krim Campina dengan cita-cita menghadirkan keceriaan bagi konsumen.

Seiring perkembangan usaha yang semakin maju, Campina melakukan ekspansi dengan membuka Fasilitas Produksi di Kawasan SIER, Surabaya Jawa Timur pada 1982.

Nama perusahaan kemudian diubah menjadi PT Campina Ice Cream Industry pada 1994. Kemudian perseroan resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten CAMP pada 19 Desember 2017. 

Terus Berinovasi

Salah satu pemicu tumbuhnya bisnis Campina adalah inovasi menciptakan produk-produk baru. Setiap tahun Campina mencanangkan program inovasi baru, terutama dalam pengembangan produk dan peningkatan penjualan.

Pada 2019, Campina memperbarui proses produksi dengan investasi mesin baru sehingga dapat mengembangkan jenis produk es krim baru. Seperti produk Summerbarzi, es krim stik dengan potongan buah yang asli dan besar-besar.

Pada 2020, Campina melakukan inovasi penjualan, yakni dengan memperkuat layanan Home Delivery di Pulau Jawa dan Bali. Langkah ini untuk memastikan pemesanan es krim Campina dalam platform e-commerce. Melalui lokapasar ini, produk Campina dapat diterima paling lambat 24 jam oleh konsumen.

Kemudian pada 2021, Campina kembali berinovasi dalam pengembangan produk, dengan meluncurkan rangkaian es krim terbaru varian buah-buahan. Mulai dari Campina Go!Mango, Campina Orange Plus, Campina Cake Series (dengan varian Strawberry Cheesecake, Royal Choco Brownies, dan Tiramisu), Campina Hula Hula Durian, serta Campina Concerto Sundae.

Adapun pada tahun ini, Campina menargetkan penjualan hingga akhir tahun ini mencapai Rp1,14 triliun, naik 12% dibandingkan tahun lalu. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan target awal perusahaan sebesar 14%. 

“Perkiraan kami awalnya bisa tumbuh 14% pada tahun ini. Tetapi karena curah hujan tinggi dan kenaikan BBM, pertumbuhannya kemungkinan lebih rendah,” kata Adji.

Hingga kuartal III tahun ini, Campina meraup penjualan mencapai Rp858,73 miliar. Angka ini naik 12,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Emiten berkode saham CAMP ini membukukan laba bersih Rp104,69 miliar, naik 28,62% secara tahunan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait