El-Nino Dikhawatirkan Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Jika terjadi gagal panen dikhawatirkan dapat mengakibatkan harga pangan meroket yang berdampak terhadap inflasi
Aria W. Yudhistira
Oleh Aria W. Yudhistira
6 Agustus 2015, 12:16
Katadata
KATADATA
Pedagang sayur melayani pembeli di Pasar Rumput, Jakarta. Pemerintah mengkhawatirkan fenomena El-Nino akan menyebabkan gagal panen sehingga menganggu pertumbuhan ekonomi.

KATADATA ? Pemerintah khawatir fenomena El-Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan di sejumlah daerah akan mempengaruhi kinerja perekonomian. Jika terjadi gagal panen, dikhawatirkan dapat mengakibatkan harga pangan, terutama beras, meroket yang kemudian berdampak terhadap inflasi.

Akibatnya, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, daya beli masyarakat bisa semakin lemah. Padahal konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi yakni mencapai 54,6 persen. Pada kuartal II-2015, konsumsi rumah tangga menunjukkan pelemahan yakni dari 5,01 persen pada kuartal I menjadi 4,97 persen.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena kekeringan ini akan terjadi Pulau Jawa, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gejala cuaca ini juga diperkirakan akan terjadi pada Agustus hingga Desember 2015. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menganggu masa panen padi September dan Oktober nanti.

?El-Nino pengaruh besar ke inflasi. Ekonomi Indonesia sangat tergantung pada konsumsi rumah tangga. Daya beli masyarakat (akan terpengaruh) inflasi,? ujar dia di kantornya, kemarin.

Sebagai langkah antisipasi fenomena El-Nino, pemerintah juga mengadakan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, instansinya akan mengambil langkah antisipasi dengan menyediakan sarana dan prasaran penunjang, seperti pompa. Dia juga memastikan agar pembangunan irigasi berjalan lebih cepat.

?Pompa sudah kami kirim. Bangun irigasi dan embung (cekungan penampung),? kata Amran di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan, pemerintah harus mewaspadai El-Nino mengingat peran sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar. Kenaikan harga pangan bisa berdampak terhadap inflasi, sementara ada sinyal pemerintah akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada semester II-2015.

?El-Nino saya agak khawatir. Kan pertanian share-nya tinggi 14 persen. Kalau El-Nino betul-betul terjadi dan dampaknya seburuk perkiraan BMKG, revisi (pertumbuhan ekonomi) akan tajam,? tutur dia.

Reporter: Desy Setyowati

Video Pilihan

Artikel Terkait