Susi dan Edhy, Beda Menteri Beda Kebijakan

Perbedaan antara Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti menegaskan tidak berkesinambungannya kebijakan di sektor perikanan nasional.
Dwi Hadya Jayani
23 Desember 2019, 08:10

Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka keran ekspor benih lobster menimbulkan pro kontra. Salah satu yang menolak adalah Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019. Menurut Susi, ekspor benih lobster akan menimbulkan kerugian bagi Indonesia karena harga lobster akan berkali lipat ketika dijual dalam ukuran besar.

(Baca: Bertemu Edhy Prabowo, Menko Airlangga Dorong Budidaya Benih Lobster)

Hal ini menambah daftar perbedaan kebijakan yang dilakukan di sektor kelautan dan perikanan. Sebelumnya, edhy juga berencana membolehkan nelayan menggunakan cantrang. Padahal di era Susi, penggunaan alat cantrang tersebut dilarang karena dapat menganggu ekosistem.

(Baca: Sejak 2014, Menteri Susi Sudah Tenggelamkan 503 Kapal Pencuri Ikan)

Demikian pula kebijakan terhadap kapal pelaku penangkapan ikan ilegal. Susi terkenal dengan kebijakan, “Tenggelamkan!” Sementara Edhy justru menginginkan agar kapal-kapal pelaku tidak ditenggelamkan melainkan diberikan kepada nelayan. Perbedaan kebijakan antar-menteri tersebut semakin menegaskan bahwa tidak ada kebijakan di pemerintahan yang dijalankan secara berkesinambungan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.