Gaji Tinggi Talenta Digital

Tingginya gaji talenta digital seiring pesatnya pertumbuhan startup di Asia Tenggara.
Image title
13 April 2021, 07:55

Pesatnya perkembangan perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara turut mendongkrak harga pasar pekerja di sektor digital. Hal ini tercermin dari riset Monk’s Hill Venture dan Glints. (Analisis Data: Risiko Maraknya Pekerja “Freelance” di Masa Pandemi)

Dalam laporan berjudul “The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report 2020/2021”, gaji para pekerja startup Indonesia, Singapura, dan Vietnam berbeda-beda. Pendapatan bulanan seorang fullstack developer di level junior misalnya, median gajinya sekitar US$ 1.050 hingga US$ 4.900 per bulan, bergantung negara karyawan bekerja. (Analisis Data: Indonesia dalam Ancaman Krisis Regenerasi Petani)

Menurut riset tersebut, permintaan talenta di Asia Tenggara masih didominasi oleh tenaga di bidang teknik. Selain itu, tingginya gaji talenta digital disebabkan persaingan berebut talenta antar-startup.

Hal ini didorong oleh sumber daya manusia yang tersedia lebih kecil dari total startup. Meski demikian, beban kerja yang lebih tinggi serta cenderung lebih berisiko dari perusahaan konvensional turut menambah harga jual keahlian yang dimiliki talenta digital. (Analisis Data: Rebutan Kursi di Perguruan Tinggi dan Problem Kampus Swasta)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.