Senjata Meredam Pandemi: Lacak Kasus Covid-19

Image title
6 Agustus 2021, 11:19

Pelacakan (tracing) kontak erat pasien merupakan salah satu komponen utama mencegah penyebaran Covid-19. Setelah setahun lebih berjibaku dengan pandemi, pemerintah baru menyadari pentingnya melacak kontak erat pasien.

“Jadi sekarang semakin mengerti bahwa tracing itu penting dalam penanganan Covid-19. Teknik tracing ini kuncinya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Kamis, 29 Juli 2021, dikutip dari siaran pers Kementerian. (Baca: Melacak Sebaran dan Penyebab Tingginya Kematian Covid-19 di Indonesia)

Pemerintah pun menyusun strategi guna menggencarkan pelacakan kontak erat pasien Covid-19. Aplikasi Silacak akan digunakan untuk memudahkan pencarian, seiring dengan bertambahnya petugas pelacak. Sebab mulai dari aparatur sipil negara (ASN), aparat keamanan (TNI/Polri), hingga relawan turut terlibat.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menggunakan tes cepat antigen sebagai diagnosa awal Covid-19. Para kontak erat pun wajib karantina, diikuti dengan memperbanyak tes. (Baca: Kasus Covid-19 Meningkat di Luar Jawa & Bali)

Meski demikian, petugas menemukan sejumlah persoalan ketika menelusur kontak erat. Beberapa di antaranya warga menolak berkomunikasi dengan petugas, tak jujur memberi keterangan hingga tuduhan “mengcovidkan” kontak erat. Sementara itu, sebagian petugas juga kesulitan mengoperasikan aplikasi, serta jumlah petugas terbatas dan tak merata.

Sejauh ini, kapasitas penanganan Covid-19 di dalam negeri masih rendah. Sebab tingkat kepositifan (positivity rate) yang menunjukkan perbandingan jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes masih jauh dari target pemerintah (<10%). Rata-rata tingkat kepositifan Indonesia mencapai 24% pada 30 Juli-5 Agustus 2021. (Baca: Beda Nasib Lonjakan Kasus Covid-19 di Inggris dengan Indonesia)

Cakupan tes Covid-19 pun masih belum menyentuh target karena rata-rata baru menjangkau 141.301 orang per hari selama sepekan terakhir. Bahkan capaian itu di bawah target pemerintah hanya untuk Jawa dan Bali dengan lingkup tes harian menyentuh 324.283 orang. Rasio Lacak-Isolasi (RLI) pun hanya mendapatkan satu kontak erat dari tiap kasus terkonfirmasi Covid-19. Lagi-lagi masih di bawah target yang semestinya mampu menjaring lebih dari 15 kontak erat per kasus.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.