Nobel Perdamaian untuk Duo Jurnalis Pemberani

Penghargaan Nobel yang diberikan jurnalis dapat menjadi harapan baru untuk berjuang melawan otoriarianisme dan pengekangan terhadap kebebasan pers.
Dwi Hadya Jayani
13 Oktober 2021, 09:39

The Norwegian Nobel Committee memberikan hadiah Nobel Perdamaian 2021 kepada Maria Ressa dan Dmitry Andreyevich Muratov. Keduanya berprofesi sebagai jurnalis di Filipina dan Rusia.

Pemberian penghargaan tersebut atas perjuangan mereka dalam menjaga kebebasan berekspresi di tengah ancaman demokrasi di negaranya masing-masing.

Maria Ressa adalah pendiri sekaligus pemimpin redaksi dari media investigasi Filipina, Rappler yang didirikan pada 2012. Dia kerap kali melancarkan kritikan kepada pemerintahan Rodrigo Duterte atas penyalahgunaan kekuasaan, kekerasan, dan otoritarianisme.

Selain itu, Ressa merupakan pemimpin kunci dalam perjuangan melawan disinformasi yang beredar di sosial media.

Ressa sempat didakwa pencemaran nama baik bersama dengan mantan peneliti Rappler, Reynaldo Santos Jr pada pertengahan tahun lalu. Kemudian mereka berdua bebas dengan jaminan dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Sementara Dmitry Andreyevich Muratov adalah pendiri surat kabar Independen “Novaja Gazeta” pada 1993 dan menjadi pemimpin redaksi sejak 1995. Selama sekitar 24 tahun, Novaja Gazeta yang dibangun Dmitry bersama rekannya menjadi surat kabar paling independen di Rusia. Hal ini menjadikannya sumber informasi penting yang tidak disebutkan media lain.

Surat kabar telah menerbitkan artikel kritis mengenai korupsi, kekerasan aparat kepolisian, penipuan pemilu, hingga penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan pemerintah Rusia. Meskipun sering mendapatkan represi, bahkan enam jurnalis Novaja Gazeta terbunuh, tetapi tidak menyurutkan kekritisan dan independensinya sebagai garda terdepan pemberian informasi kepada khalayak public.

Penghargaan Nobel yang diberikan jurnalis dapat menjadi harapan baru untuk berjuang melawan otoriarianisme dan pengekangan terhadap kebebasan pers. “Maria Ressa dan Dmitry merepresentasikan peran jurnalis dalam garda terdepan memperjuangkan kebebasan berpendapat yang menjadi syarat utama demorkasi dan perdamaian,” tulis  The Norwegian Nobel Committee dalam rilisnya Jumat, 8 Oktober 2021.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.