Benarkah Anak Meninggal karena Vaksin Covid-19?

Semua vaksin Covid-19 telah terbukti keamanan dan kemanjurannya lewat pengujian ketat dalam uji klinis.
Cindy Mutia Annur
8 November 2021, 10:33

Beredar informasi di media sosial bahwa seorang anak berusia 17 tahun di Inggris meninggal setelah menerima vaksin Covid-19. Rumor yang tersebar di Facebook hingga Twitter ini pun langsung viral dan membuat masyarakat khawatir.

Dikutip dari Reuters, otoritas kesehatan setempat mengatakan bahwa anak itu ternyata belum pernah divaksinasi Covid-19. Sehingga, informasi yang beredar adalah hoaks alias keliru.

Namun, berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kematian. Kematian yang terjadi pasca-vaksinasi umumnya terjadi karena penyebab lain, misalnya adanya penyakit seperti jantung, gangguan ginjal, atau hipertensi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, semua vaksin Covid-19 telah terbukti keamanan dan kemanjurannya lewat pengujian ketat dalam uji klinis. Menurut WHO, seperti vaksin pada umumnya, vaksin Covid-19 dapat menyebabkan efek samping jangka pendek yang ringan, seperti demam ringan, nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.

Studi yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menunjukkan, dua dosis vaksin Covid-19 bermerek Pfizer memiliki efektivitas sebesar 93% untuk mencegah rawat inap pada anak usia 12-18 tahun.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga mengatakan, vaksin Pfizer memiliki efektivitas sebesar 90,7% untuk mencegah Covid-19 pada anak usia 5-11 tahun. Respons imun anak usia tersebut diketahui sebanding dengan mereka yang berusia 16-25 tahun.

Vaksinasi penting dilakukan untuk mengurangi risiko kematian dan kesakitan akibat corona, termasuk anak-anak. Atas dasar itu, masyarakat diimbau untuk mengikuti program vaksinasi yang tengah berjalan.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.