Startup Gencar Rekrut Karyawan saat Bubble Burst

Di tengah fenomena bubble burst yang menyebabkan sejumlah startup harus melakukan PHK, beberapa startup Indonesia justru tengah melakukan ekspansi.
Cindy Mutia Annur
20 Juni 2022, 17:29

Dunia startup tengah dihebohkan dengan maraknya pemutusan kerja (PHK) karyawan. Fenomena ini ditengarai akibat bubble burst yang melanda bisnis startup

Namun, sejumlah startup di Indonesia justru berencana merekrut karyawan baru lebih banyak di tengah fenomena tersebut pada tahun ini.

Startup fintech lending Amartha, misalnya, menargetkan untuk menambah 5.000 karyawan baru dalam waktu lima tahun ke depan sejak tahun ini. Tahun ini, Amartha menargetkan untuk merekrut 1.800 karyawan baru.

“Kami melihat fundamental ekonomi segmen mikro di Indonesia cukup kuat dan berkelanjutan, sehingga dibutuhkan talenta-talenta baru yang siap untuk membawa segmen tersebut bertransformasi menuju kesejahteraan dan literasi digital yang lebih baik bersama Amartha,” ujar Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra melalui siaran pers, Jumat 3 Juni 2022.

Selain Amartha, ada pula startup aqua-tech, eFishery, yang ingin merekrut 1.000 karyawan baru pada tahun ini. Kemudian, startup insurtech, Qoala, juga ingin menambah jumlah karyawannya hingga lebih dari 250 karyawan hingga akhir tahun. 

Lalu, startup social e-commerce, Dagangan, juga melaporkan bakal merekrut sebanyak 100 karyawan baru hingga akhir 2022. 

Ada pula Binar Academy, Grupin, Green Rebel, dan Pintu yang juga ingin merekrut karyawan baru pada tahun ini. Namun, kelima startup tersebut tak merinci jumlah dan target karyawan yang ingin direkrut pada tahun ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.