Target Produksi Batu Bara Harum Energy Tahun Ini Naik 200 Ribu Ton

Harum Energy sebenarnya menginginkan target lebih tinggi, tapi itu terkendala harga dan kondisi pasar.
Image title
18 Januari 2019, 17:52
Tambang Batu Bara
Donang Wahyu|KATADATA

PT Harum Energy menargetkan produksi batu bara bisa meningkat 5% menjadi 5 juta ton dari tahun lalu hanya 4,8 juta ton. Target ini sebenarnya bisa lebih tinggi jika kondisi harga batu bara meningkat.

Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara menyatakan target itu ditetapkan 5 juta ton karena harga batu bara masih rendah. Alhasi, perusahaan pun membatasi produksi.

Harum Energy akan meningkatkan produksi jika Tiongkok tidak membatasi kuota ekspor batu bara."Sebetulnya kami rencana mau lebih tinggi, tapi harga masih fluktuatif, dan kondisi pasar belum membaik," kata Ray, di Jakarta, Jumat (18/1).

Seperti diketahui, saat ini Tiongkok mengeluarkan kebijakan pembatasan kuota impor batu bara. Sedangkan, negara tersebut merupakan pasar utama ekpsor batu bara Indonesia. Dampaknya, Harga Batu bara Acuan terus mengalami penurunan.

Advertisement

Adapun, harga batu bara pada Januari 2019 turun menjadi US$ 92,41 per ton dari periode Desember sebesar US$ 92,51 per ton. Harga batu bara terus turun sejak September 2018 yang saat itu menyentuh US$ 104,81 per ton.

Tahun lalu, angka penjualan batu bara Harum Energy berhasil menyentuh 5 juta ton, yang sebagian besarnya diekspor ke Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Malaysia. Namun, Ray menyatakan Harum telah memenuhi kewajiban memasok batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 25% dari produksi.

(Baca: Target DMO Batubara Tahun Ini Dinaikkan 5,7%)

Untuk memenuhi DMO tersebut, Harum membeli batu batu bara kepada pihak ketiga, dengan jumlah kalori sesuai PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)(Persero) yakni 4.600. "Kami sudah penuhi 25%," kata Ray.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait