Produksi Kilang Donggi Senoro Lampui Target Tanpa Kecelakaan Kerja

“DSLNG berhasil mencatat jumlah jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja sebanyak 23.470.926 jam,” ujar Direktur Operasi DSLNG Kurniawan Rahardjo.
Arnold Sirait
11 Januari 2018, 14:27
Migas
Dok. Chevron
ilustrasi

PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) mencatat beberapa hasil kinerja dari kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) sepanjang tahun 2017. Perusahaan ini mengklaim mampu mempertahankan kinerja operasional maupun sosial.

Salah satu kinerja operasional itu adalah produksi LNG. “Tiga tahun beroperasi, Kilang Donggi Senoro LNG memantapkan kinerja produksi dengan pencapaian tahun 2017 yang kembali melampaui target,” ujar Direktur Urusan Korporasi DSLNG Aditya Mandala berdasarkan keterangan resminya, dikutip Kamis (11/1).

Manajemen Donggi enggan menyebut jumlah produksi LNG tahun lalu. Namun, dengan kapasitas produksi sebesar dua juta ton per tahun, kilang Donggi Senoro LNG mampu mengirimkan sekitar 36 kargo LNG per tahun.

Tidak hanya tahun 2017, periode sebelumnya, produksi kilang Donggi Senoro juga berhasil melampaui target. Kilang ini tahun lalu mampu memproduksi LNG sebesar 2.2 juta ton dari rencana 2 juta ton.

Advertisement

Kilang LNG yang pertama kali menggunakan skema hilir ini berproduksi pada Juni 2015. Pengapalan perdana kargo LNG ini diresmikan Presiden Joko Widodo 2 Agustus 2015. Kargo perdana LNG dengan volume sekitar 125,000 meter kubik (M3) ini dikirim ke Terminal Penerima dan Regasifikasi Arun di Nanggroe Aceh Darussalam.

Sejauh ini memang baru dua kargo yang diserap pasar domestik. Selain kargo perdana yang dikirim ke Arun tahun 2015 lalu, ada juga yang diserap Nusantara Regas untuk kebutuhan pembangkit listrik di Jawa bagian Barat.    

Namun, ke depannya, jika potensi kebutuhan domestik masih ada, diharapkan tetap memenuhi keekonomian dalam segi harga. Apalagi, jika pembeli jangka panjang tidak mengambil kargo sehingga tersedia kargo LNG untuk pasar spot maka akan ditawarkan terlebih dulu ke konsumen domestik.

Saat ini, Donggi Senoro juga menjual LNG ke luar negeri. DSLNG telah menandatangani komitmen pengiriman LNG jangka panjang kepada tiga pembeli, yakni Chubu Electric, Kyushu Electric dan Korea Gas.

Selain LNG, kilang juga menghasilkan kondensat sebagai produk samping dari pengolahan gas menjadi LNG. April 2016, PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menandatangani perjanjian jual beli kondensat dengan konsorsium PT Titis Sampurna dan PT Surya Mandala Sakti dengan volume 2.300 barrel per hari dan masa kontrak tiga tahun.

Adapun pasokan gas berasal dari PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi dan Tomori E&P Ltd melalui Joint Operating Body (JOB) Pertamina –Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB PMTS) dan PT Pertamina EP melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok (MGDP). Berdasarkan perjanjian jual beli gas, DSLNG akan menerima pasokan gas alam dari Blok Senoro Toili yang dikelola oleh JOB PMTS sejumlah 250 juta kaki kubik per hari dan dari Blok Matindok yang dikelola MGDP sejumlah 85 juta kaki kubik per hari.

Donggi Senoro
Donggi Senoro (Katadata)

 

Di tahun 2017, Donggi Senoro LNG juga berhasil menekan angka kecelakaan kerja. “DSLNG berhasil mencatat jumlah jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja sebanyak 23.470.926 jam,” ujar Direktur Operasi DSLNG Kurniawan Rahardjo.

Manajemen juga mengklaim, kehadiran proyek kilang Donggi Senoro membawa dampak bergulir yang postif terhadap kemajuan Kabupaten Banggai maupun Sulawesi Tengah. Tahun 2013 hingga 2016, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai dan Sulawesi Tengah di atas rata-rata nasional. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Banggai bahkan tercatat 37 persen, tertinggi seluruh Indonesia

Berbagai kemajuan ekonomi yang kasat mata juga terjadi di Kabupaten Banggai. Salah satunya adalah frekuensi penerbangan yang meningkat, kemudian berbagai usaha jasa, transportasi dan perhotelan yang semakin maju, bisnis pendukung lainnya, hingga masuknya bank-bank nasional hingga ke kecamatan.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja pada masa konstruksi dengan puncaknya dapat menyerap hingga 4.000 tenaga kerja. Sekitar setengahnya berasal dari wilayah Kabupaten Banggai.

(Baca: Lapangan Gas Donggi akan Beroperasi Lebih Cepat)

Kilang Donggi Senoro ini dimiliki beberapa perusahaan. Mereka adalah Mitsubishi Corporation 45%, Pertamina 29%, Kogas 15% dan Medco 11%. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait