Garuda Beri Harga Khusus untuk Kontraktor Migas

Dalam tiga tahun ke depan, pembelanjaan kontraktor migas menggunakan Garuda ini diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.
Anggita Rezki Amelia
13 Oktober 2017, 20:24
Pesawat Garuda
Arief Kamaludin|KATADATA

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam pemanfaatan jasa angkutan udara. Kerja sama ini tujuannya agar industri hulu migas makin efisien dan mendorong industri dalam negeri.

Kerjasama tersebut dituangkan lewat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N.Mansury. “Semangat efisiensi, percepatan serta operasi yang handal menjadi dasar pengembangan kerja sama,” kata Amien berdasarkan siaran resminya, Jumat (13/10).

Kerjasama itu merupakan wujud konsistensi industri hulu migas dalam penerapan kebijakan kewajiban penggunaan kemampuan dalam negeri, yakni dengan melibatkan BUMN, BUMD, UKM, dan koperasi. Ini mengacu  Pedoman Tata Kerja (PTK) no. 007 Rev 4. 

Selain itu, penandatangan MoU ini merupakan pengembangan dari kerja sama yang pernah terjadi sejak 2010 lalu. Kali ini ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan jasa angkutan udara penumpang, kargo, carter pesawat, dan kerja sama lain yang akan disepakati secara tertulis oleh kedua belah pihak. 

Potensi kerja sama lainya adalah jasa katering dan fasilitas perawatan pesawat (turbomachinery). Nantinya pelaksanaan dari nota kesepahaman itu akan dirumuskan lebih rinci dalam bentuk perjanjian kerja sama antara SKK Migas dan Garuda. 

Menurut Amien, jasa angkutan udara menjadi kebutuhan dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur besar industri hulu migas yang sedang dan akan berjalan. Bahkan kebutuhan ini berpeluang bertambah dengan adanya upaya SKK Migas untuk mendorong kegiatan eksplorasi di berbagai lokasi.

Dengan demikian, diharapkan kerjasama tersebut dapat menimbulkan efek berganda, terutama pada kegiatan hulu migas di daerah terpencil. Masuknya jasa angkutan udara membuat daerah tersebut berkembang seperti adanya pengembangan sarana dan fasilitas pendukung layanan jasa angkutan udara.

Dua tahun terakhir saja sudah ada 147 Kontraktor Kontrak Kerja Sama Sama (KKKS) hulu migas yang menggunakan jasa Garuda. Rinciannya 70 KKKS tahap produksi dan 77 KKKS tahap eksplorasi. Selama periode itu, belanja kontraktor mencapai sekitar Rp 336 miliar. Dalam tiga tahun ke depan, pembelanjaan ini diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan kerja sama ini tidak hanya memberikan harga khusus untuk penerbangan domestik maupun internasional yang dilayani maskapai ini, tapi juga “dedicated corporate check-in counter” (loket khusus untuk mendaftarkan diri). Fasilitas itu ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Changi Airport Singapore, dan Bangkok International Airport.

Selain itu ada “dedicated person-in-charge” yang siap membantu kebutuhan SKK Migas dan kontraktor terkait layanan penerbangan Garuda. “Merupakan kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melakukan pengembangan-pengembangan layanan dan memberikan yang terbaik kepada para pengguna jasa,” ujar Pahala.

Video Pilihan

Artikel Terkait