Kedekatan Pimpinan Baru SKK Migas dengan Menteri dan Wamen ESDM

Pemilihan pejabat SKK Migas itu berasal dari eksternal karena dinilai mampu melakukan percepatan dan efisiensi di SKK Migas.
Anggita Rezki Amelia
26 Mei 2017, 19:58
Pelantikan Pejabat ESDM
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Wakil Kepala SKK Migas yang baru Sukandar (tengah) mengikuti ara pelantikan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/5).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan merombak pimpinan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Lima pimpinan baru satuan kerja tersebut semuanya berasal dari eksternal dan beberapa di antaranya punya kedekatan dengan Menteri dan Wakil Menteri ESDM.

Jonan melantik Sukandar menggantikan M.I. Zikrullah sebagai Wakil Kepala SKK Migas. Sukandar merupakan mantan Presiden Direktur PT Krakatau Steel Tbk. Selain itu pernah berkarier di Citibank. Hal inilah yang membuatnya punya kedekatan dengan Jonan yang juga pernah bekerja di bank asing tersebut.

(Baca: Jonan Ganti Wakil Kepala dan Deputi SKK Migas, Amien Bertahan)

Pimpinan lain yang dilantik Jonan adalah Jaffee Arizon Suardin. Ia menempati posisi Deputi Perencanaan menggantikan Gunawan Sutadiwiria. Jaffee merupakan orang dekat Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan turut membantu di Kementerian ESDM. Mereka pernah sekolah bersama di Universitas Texas A&M, Amerika Serikat (AS).  

Selain itu, Jonan melantik Arief Setiawan Handoko  menjadi Sekretaris pada SKK Migas menggantikan Budi Agustyono. Sebelumnya, Arief merupakan eksekutif di perusahaan migas asing, ConocoPhilips. 

Pimpinan baru lainnya adalah Fatar Yani Abdurrahman yang menjadi Deputi Operasi SKK Migas menggantikan Muliawan. Fatar pernah menjadi Operations Manager di Petronas Carigali.  Sedangkan M. Atok Urrahman  sebagai Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas menggantikan Rudianto Rimbono. Atok pernah menjadi staf ahli di Komisi Pengawas SKK Migas. 

Ketika melantik lima pimpinan baru SKK Migas itu, Jonan berpesan dua hal. Pertama, mereka harus bisa membuat biaya penggantian operasi atau cost recovery semakin efisien. Selama ini, cost recovery selalu meningkat, sementara produksi migas terus turun. Kedua, "Proses perizinan di SKK Migas harus lebih cepat," kata Jonan di Jakarta, Jumat (26/5). 

(Baca: BPK Temukan Penyimpangan Cost Recovery ConocoPhillips dan Total)

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Hadi M. Djuraid mengatakan, pemilihan lima pimpinan baru SKK Migas ini melalui proses seleksi sejak beberapa bulan lalu. Ada yang diundang oleh Kementerian ESDM dan mendaftarkan diri. Proses penilaiannya juga melibatkan tenaga akademisi seperti dari Universitas Indonesia (UI). 

Menurut Hadi, pemilihan pejabat SKK Migas itu berasal dari eksternal karena dinilai mampu melakukan percepatan dan efisiensi di SKK Migas. "Juga ini bagian dari regenerasi, kami harap mereka bisa tangani itu," katanya.

Penunjukan para pimpinan itu juga mempertimbangkan pengalaman di bidang hulu migas. Menurut Hadi, Sukandar terpilih karena pernah bekerja di salah satu perusahaan migas internasional, yakni PT Caltex Pacific Indonesia.

Sementara itu, Jaffee terpilih karena memperoleh nilai tertinggi dari hasil penilaiannya. "Selain punya kapasitas, latar belakangnya juga ada," kata Hadi.

(Baca: Draf Revisi UU Migas, DPR Usul Pembubaran BPH Migas)

Di sisi lain, Jonan juga melantik sembilan pejabat Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas. Berikut ini susunan lengkapnya.

1. Fanshurullah Asa, Ketua sekaligus merangkap Anggota Komite BPH Migas yang sebelumnya menjadi Anggota Komisi BPH Migas

2. Henry Ahmad, Anggota Komisi BPH Migas yang sebelumnya Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas

3. Ahmad Rizal, Anggota Komite BPH Migas

4. Sumihar Panjaitan, Anggota Komite BPH Migas

5. Hari Pratoyo, Anggota Komite BPH Migas

6. Muhammad Ibnu Fajar, Anggota Komite BPH Migas

 7. Jugi Prajogio, Anggota Komite BPH Migas

 8. Saryono Hadiwidjojo, Anggota Komite BPH Migas

 9. Marwansyah Lobo Balia, Anggota Komite BPH Migas.

Video Pilihan

Artikel Terkait