Jonan Beri Dana Riset ke Bocah Penemu Listrik dari Pohon Kedondong

"Tadi juga Pak Jonan mengarahkan bahwa nanti akan ada anggaran dari Ditjen EBTKE untuk pengembangan riset lebih lanjut."
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
19 Mei 2017, 18:49
Jonan
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan suntikan dana kepada Naufal Raziq atas keberhasilannya menemukan energi listrik dari pohon kedondong. Dana tersebut diberikan Menteri ESDM Ignasius Jonan agar bocah berusia 15 tahun ini dapat mengembangkan temuannya tersebut.

Staf Khusus Menteri ESDM Hadi M. Djuraid mengatakan, Jonan telah menemui Naufal di kantor Kementerian ESDM, Jumat siang (19/5). Dalam pertemuan itu, Naufal mempresentasikan hasil temuannya. (Baca: PLN Siap Alirkan Listrik ke 562 Desa di Papua dan Maluku Tahun Ini)

Jonan berpesan agar Naufal terus mengembangkan hasil penemuannya. Tujuannya supaya temuan itu tidak hanya dinikmati diri sendiri, melainkan bisa dirasakan manfaatkan bagi orang banyak.

Mantan Menteri Perhubungan itu juga menjanjikan adanya dana pengembangan untuk Naufal. Dana ini berasal dari anggaran Direktor Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

"Tadi juga Pak Jonan mengarahkan bahwa nanti akan ada anggaran dari Ditjen EBTKE untuk pengembangan riset lebih lanjut," ujar Hadi saat ditemui usai pertemuan tersebut.

Di tempat yang sama, Naufal menceritakan asal mula temuannya. Saat diberi tugas percobaan ilmiah pada tahun 2015 lalu, dia teringat pelajaraan di Sekolah Dasarnya (SD). Pelajaran itu adalah asam dalam buah mampu menghasilkan energi listrik.

Alhasil, Naufal mencoba teori tersebut pada sebuah kentang. Caranya dengan memasukkan lempengan tembaga dan logam. Hasilnya kentang tersebut menghasilkan suatu tegangan.

(Baca: Jokowi Bagikan Lampu Gratis untuk Masyarakat yang Belum Dapat Listrik)

Ia terus mengembangkan temuan tersebut di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setelah melalui berbagai percobaan, akhirnya Naufal menemukan jika pohon kedondong pagar adalah media yang tepat untuk menghasilkan energi listrik.

Ada berbagai alasan atas temuan tersebut. "Kenapa digunakan kedondong pagar, karena memiliki batang yang besar dan mudah tumbuhnya. Kalau dibuka kulitnya itu tidak busuk, malah membuka dirinya," ujar Naufal.

Ia mengatakan, satu batang pohon kedondong pagar ini bisa menghasilkan listrik sebesar empat volt. Kapasitas sebesar itu diklaim sanggup menghidupkan satu lampu bohlam yang memiliki arus searah (DC). 

Cara menghasilkan tegangan listrik empat volt dari pohon kendongdong yakni dengan menempatkan lempengan tembaga dan logam di empat lubang yang akan mengubah asam menjadi listrik. Setiap lubang akan menghasilkan listrik satu volt. 

(Baca: Jonan Sahkan Rencana Baru Pengadaan Listrik Hingga 2026)

Untuk dapat menghasilkan listrik, Naufal membutuhkan biaya Rp 1,2 juta per batang pohon kedondong. Kebutuhan dana itu sekarang dibantu oleh PT Pertamina (Persero). "Harapannya temuan ini bisa digunakan di masyarakat, khususnya di Indonesia dan bisa dipakai di desa terpencil," ujar dia. 

Video Pilihan

Artikel Terkait