Wamen ESDM Klaim ENI Tertarik Ikut Lelang Blok Migas Gross Split

“Setelah saya jelaskan mereka mengerti. Kayaknya blok baru mereka berminat, tapi saya tidak tau lapangan yang mana,” ujar Arcandra.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
7 Oktober 2017, 08:00
Arcandra ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengklaim perusahaan asal Italia, Eni tertarik mengikuti lelang blok minyak dan gas bumi (migas) tahun ini. Hal itu merupakan salah satu topik pembahasan saat kunjungan kerja ke Eropa awal September lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Arcandra memang menyempatkan hadir ke kantor pusat Eni di Italia. Salah satu yang disampaikan adalah peluang investasi di Indonesia, sekaligus mengajak operator Jangkrik itu ikut lelang dan berinvestasi di wilayah kerja migas yang baru.

Menanggapi hal itu, manajemen Eni pun menyatakan tengah mengkaji ulang peluang berinvestasi di wilayah kerja baru di Indonesia. Namun, mereka masih mempertanyakan skema kontrak bagi hasil yang baru, gross split. Skema ini juga akan diterapkan bagi pemenang lelang blok migas.

Eni kata Arcandra sebenarnya juga sudah mengevaluasi skema gross split itu. Hanya mereka masih mempertanyakan apakah nantinya gross split memberikan bagi hasil yang lebih adil atau tidak bagi kontraktor.

Arcandra pun kemudian menjelaskan skema baru itu kepada manajemen Eni. “Setelah saya jelaskan mereka mengerti. Kayaknya blok baru mereka berminat, tapi saya tidak tau lapangan yang mana,” ujar dia.

Tahun ini pemerintah melelang 15 blok migas. Jumlah itu terdiri dari 10 blok migas konvensional dan lima blok nonkonvensional.

akses dokumen untuk lelang blok konvensional dan nonkonvensional baik melalui mekanisme penawaran langsung dan lelang reguler, maksimal hingga 20 November 2017. Sementara batas akhir pengembalian dokumen 27 November 2017.

Video Pilihan

Artikel Terkait