Pemerintah Berharap Jokowi Lanjutkan Program MP3EI

Mana yang mudah dibangun dan dampak ekonominya paling besar Jadi jangan ditelan mentah mentah
Image title
Oleh
3 September 2014, 15:36
bappenas
KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pemerintah berharap presiden terpilih Joko Widodo dapat melanjutkan program dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, untuk menilai layak atau tidaknya program-program dalam MP3EI ini, pemerintah baru dapat mendengarkan pandangan dari dunia usaha dan pemerintah daerah.

Namun, dia berharap, untuk proyek-proyek strategis tetap dilanjutkan. ?Kalau yang strategis pasti jalan dong, masa berhenti di tengah jalan. Kalau berhenti kan jadi rugi,? ujar Armida di Jakarta, Rabu (3/9).

Dia menyebutkan ada 132 proyek yang akan dijalankan sejak Juli hingga Desember mendatang. Adapun peletakan batu pertama (ground breaking) proyek-proyek tersebut akan dilakukan pada September ini. Nilai investasi proyek-proyek ini mencapai Rp 443,5 triliun.

Advertisement

Salah satunya adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah yang berkapasitas 2x1.000 mega watt.  Kemudian proyek di sektor minyak dan gas di koridor ekonomi Kalimantan, serta pengembangan pariwisata koridor ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Meski begitu, kata Armida, untuk merealisasikan proyek-proyek dalam MP3EI ada sejumlah tantangan, seperti sengketa lahan dan masih kurangnya pasokan energi listrik.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan, pemerintahan Jokowi bisa melanjutkan program MP3EI, tapi harus dipilah program yang praktis dan bisa dijalankan.

?Mana yang mudah dibangun dan dampak ekonominya paling besar. Jadi jangan ditelan mentah mentah,? tuturnya.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait