Pemerintah Rombak Asumsi APBN 2013

DPR akan menggelar sidang paripurna membahas keterangan pemerintah mengenai pokokpokok pendahuluan RAPBNP 2013
Image title
Oleh
20 Mei 2013, 11:11
Gedung Kementerian Keuangan 5.jpg
KATADATA

KATADATA ? Hari ini, DPR akan menggelar sidang paripurna membahas keterangan pemerintah mengenai pokok-pokok pendahuluan RAPBN-P 2013. Pemerintah mengusulkan perombakan besar-besaran terhadap wajah APBN 2013.

Secara umum, isi rancangan APBN-P 2013 ini menyiratkan pesimisme pemerintah menghadapi perkembangan bisnis tahun ini. Pemerintah menurunkan target pertumbuhan ekonomi dari 6,8 persen menjadi 6,2-6,4 persen. Asumsi inflasi tahun ini juga naik dari 4,9 persen menjadi 7 persen.

Begitupun asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pemerintah mengajukan revisi kurs rupiah dari Rp 9.300 per menjadi Rp 9.600-Rp 9.700 dollar AS akibat rupiah terus melemah per US$. Asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) naik dari US$ 100 per barel menjadi US$ 108 per barel. Di sisi lain, asumsi produksi minyak diturunkan dari 900.000 barel per hari (bph) menjadi 840.000 bph.

Perubahan berbagai asumsi makro itu tentu saja berdampak pada anggaran pendapatan dan belanja. Salah satu sumber pendapatan utama, yakni penerimaan pajak bakal mengecil. Pemerintah memangkas target penerimaan pajak Rp 40 triliun, dari target tahun ini senilai Rp 1.192,9 triliun. Dengan berbagai tambahan anggaran serta potensi penurunan pendapatan anggaran negara, asumsi defisit anggaran negara bakal dinaikkan. Usulannya, defisit anggaran tahun ini naik dari semula 1,65 persen menjadi 2,5 persen  dari produk domestik bruto (PDB).

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait