Jaga Pasokan Gas, Pemerintah Perpanjang Kontrak BP Hingga 20 Tahun

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Desember 2022, 18:31
Menteri ESDM Arifin Tasrif menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama KKS Berau, Muturi, dan Wiriagar dengan BP, Jumat (23/12).
Kementerian ESDM/Katadata
Menteri ESDM Arifin Tasrif menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama KKS Berau, Muturi, dan Wiriagar dengan BP, Jumat (23/12).

Pemerintah menyetujui perpanjangan kontrak kerja sama dari perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Inggris, BP, selama 20 tahun ke depan. Kontrak untuk pengelolaan Proyek Gas Tangguh di Papua Barat ini berlaku hingga 2055.

Kesepakatan perpanjangan kontrak itu meliputi tiga blok, terdiri dari Blok Berau, Muturi, dan Wiriagar.

Perpanjangan kontrak tersebut lebih cepat 13 tahun dari masa kontrak awal, yang dijadwalkan akan habis pada 2035. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan percepatan perpanjangan kontrak dilakukan untuk mengamankan proses pencarian sumber daya migas baru, yang seringkali membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.

Menurutnya, perpanjangan kontrak ini mendatangkan investasi baru hingga US$ 4,6 miliar atau setara Rp 66 triliun.

"BP mau lakukan eksplorasi lapangan baru, kan itu waktunya panjang untuk identifikasi sampai produksi," kata Arifin saat ditemui usai seremoni penandatangan kontrak di Kementerian ESDM pada Jumat (23/12).

Arifin menjelaskan, melalui operasi dua unit kilang Train Tangguh, BP mampu memproduksi liquefied natural gas (LNG) hingga 7,6 juta ton per tahun. Sementara kilang Train III yang diproyeksikan beroperasi pada Maret 2023, disebut sanggup meningkatkan kapasitas produksi Tangguh sebesar 50%.

"Kita ingin optimal, karena 60% produksi dari sana itu masuk ke domestik, dan kebutuhan gas kita ini naik terus," ujar Arifin.

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Migas, Tutuka Ariadji, mengatakan percepatan perpanjangan kontrak ini ditujukan untuk menjaga produksi gas BP pada tingkat produksi plateau yang stabil.

Menurut Tutuka, apabila BP tidak melakukan eksplorasi lapangan gas baru, produksi gas BP diproyeksikan menurun pada 2026-2027 mendatang. "Kalau BP enggak ekplorasi maka akan turun, itulah kenapa mereka mengajukan perpanjangan kontrak lebih cepat 10 tahun," jelas Tutuka.

Sementara BP Executive Vice President Gas and Low Carbon Energy, Anja-Isabel Dotzenrath, menyampaikan perpanjangan ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap proyek migas di Indonesia.

"Perpanjangan ini membantu membuka peluang-peluang baru bagi masa depan Tangguh,” ungkap Anja.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait