Pengusaha Nilai Pelonggaran Tax Amnesty Periode I Tak Langgar UU

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Yura Syahrul

23/9/2016, 13.57 WIB

"Pemerintah menurut saya sukses kok, itu (prediksi Kadin) kan keluar (penerimaan dana tebusan) Rp 40-60 triliun. Ini malah pemerintah bisa lebih besar."

tax amnesty
Arief Kamaludin | Katadata

Para pengusaha menyambut positif rencana pemerintah melonggarkan proses administrasi program pengampunan pajak atau amnesti pajak (tax amnesty) periode I. Pelonggaran tersebut bisa menjadi solusi pendeknya waktu pelaksanaan periode I amnesti pajak hingga akhir September ini agar menikmati tarif tebusan terendah.

"Saya rasa bisalah (jadi solusi) untuk mengejar (tarif tebusan) yang dua persen ini. Misalnya ada yang ketinggalan, bisa ikut (periode selanjutnya) yang tiga persen (tarif tebusannya)," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Perdagangan (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Sutrisno di Jakarta, Jumat (23/9).

Kelonggaran yang diberikan pemerintah itu berupa pelaporan dan pembayaran tebusan amnesti pajak periode I tetap dilakukan sampai akhir September ini. Namun, proses administrasinya bisa menyusul kemudian dan diselesaikan oleh peserta amnesti pajak hingga akhir tahun ini. Hal ini diharapkan bisa menjawab masalah para pengusaha yang kesulitan membereskan syarat administrasinya namun ingin mengikuti periode I program tersebut.

(Baca: Pemerintah Perpanjang Waktu Proses Administrasi Tax Amnesty)

Benny berpendapat, kelonggaran tersebut tidak akan melanggar Undang-Undang Pengampunan Pajak yang telah disahkan oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada akhir Juni lalu. Alasannya, peserta telah meregistrasikan dirinya dan membayar uang tebusan sebelum berakhirnya bulan September. Artinya, inti dari pelaksanaan tax amnesty, terutama tahap I ini tetap berjalan sesuai peraturan UU.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Johnny Darmawan juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mendengarkan berbagai usulan dari calon peserta amnesti pajak, terutama dari kalangan pengusaha. Menurut dia, permintaan pelonggaran tersebut wajar karena waktu pelaksanaan tahap I amnesti pajak sangat mepet, yaitu dari 18 Juli hingga 30 September 2016.

Selain itu, periode I ini masih terkendala oleh minimnya sosialisasi kebijakan amnesti pajak dan penerbitan aturan turunan dari UU Pengampunan Pajak. Bahkan, saat ini, Kementerian Keuangan masih berencana merevisi aturan turunan yang sudah dirilisnya. (Baca: Bahas Tax Amnesty, Jokowi Makan Malam dengan Konglomerat di Istana)

"Atas nama Kadin saya terimakasih, pemerintah sangat mengakomodasi. Pemerintah menurut saya sukses kok, itu (prediksi Kadin) kan keluar (penerimaan dana tebusan) Rp 40-60 triliun. Ini pemerintah bisa lebih besar malah," kata Johnny di tempat yang sama. "Pemerintah bukan sengaja memperpanjang, tapi perpanjangan ini kompensasi buat Juli dan Agustus (yang terpotong masa sosialisasi dan aturan teknis)."

Sekadar informasi, UU Pengampunan Pajak memuat pembagian periode waktu pengampunan pajak yang berlangsung selama sembilan bulan. Periode I berlangsung dari bulan Juli hingga akhir september 2016. Periode II pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2016. Adapun, Periode III pada 1 Januari hingga 31 Maret 2017. Tarif tebusan terendah diberikan pada Periode I dan akan meningkat pada Periode II dan III.

Di sisi lain Benny menjelaskan, hambatan yang kerap dihadapi pengusaha dalam mengikuti amnesti pajak adalah menyiapkan lampiran bukti kepemilikan harta. Para peserta merasa akan ditagih surat-surat tersebut sehingga memerlukan waktu persiapan. (Baca: Jawab Keraguan, Kemenkeu Sempurnakan 3 Aturan Soal Repatriasi)

Walaupun sebenarnya, Benny mengklaim, Menteri Keuangan sebelumya Bambang Brodjonegoro memastikan, tidak diperlukan bukti sertifikat kepemilikan harta untuk mengikuti program tax amnesty.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan