Proyek Tol Pekanbaru-Padang Dibiayai dari Utang Jepang Rp 9,5 Triliun

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

27/10/2017, 20.08 WIB

Dari total ruas tol sepanjang 243 kilometer, 40 kilometernya akan didanai oleh JICA.

Tol Trans Sumatera
ANTARA FOTO/Ardiansyah
Jalan Tol Trans Sumatera

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pihak Jepang yang diwakili oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) akan memberi pinjaman sebesar US$ 700 juta atau setara Rp 9,5 triliun. Utang ini akan digunakan untuk mengerjakan proyek jalan tol Padang-Pekanbaru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan angka tersebut terdiri dari US$ 300 juta untuk pembangunan terowongan serta US$ 400 juta untuk tol penghubung ruas Padang-Pekanbaru ini. Dirinya mengatakan dari total ruas tol sepanjang 243 kilometer, 40 kilometernya akan didanai oleh JICA.

(Baca: Jokowi dan Mantan PM Jepang Bahas Proyek Infrastruktur)

"Jadi tadi kami detailkan lagi dengan JICA dan akan dibantu," katanya di Gedung Kementerian PUPR, Jumat (27/10). Basuki sendiri hari ini beberapa kali bertemu delega Jepang, dimulai dari Ketua Asosiasi Jepang - Indonesia Yasuo Fukuda dua kali serta delegasi JICA.

Basuki juga mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada pertemuan ASEAN dalam waktu dekat ini. Dalam pertemuan tersebut proses pendanaan akan dibahas agar pembangunan tol ini dapat dimulai. Targetnya, proyek tol ini bisa mulai dikerjakan tahun depan.

Selain itu, pertemuan Menteri Basuki dengan JICA juga membahas akses jalan pelabuhan Patimban sepanjang 8,1 kilometer. JICA akan memberikan pinjaman senilai Rp 1,3 triliun. Adapun proses tender proyek jalan ini akan dilakukan pada bulan depan. Pembangunannya pun akan segera dimulai untuk mengejar target pengoperasian Pelabuhan Patimban pada Maret 2019.

(Baca: Jepang Hampir Pasti Danai Proyek Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya)

Proyek lain yang rencananya akan didanai JICa adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Zona 6. Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo mengatakan pembangunan zona 6 ini terdiri dari 4 tahap. Kebutuhan dana untuk pembangunan tahap pertama mencapai Rp 7,2 triliun.

"Jadi nanti tiap rumah akan terkoneksi pipa air kotor, air akan dibersihkan baru dibuang ke sungai," katanya. Rencananya pembangunan proyek IPAL ini baru akan dimulai pada Maret 2019, namun Sri belum bisa menyebutkan berapa besar utang yang akan diberikan oleh JICA untuk proyek tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan