Pemerintah Dorong Vivo Ikut Program BBM Satu Harga

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

3/11/2017, 17.59 WIB

"Besok Senin mau dirapatkan. Kami evaluasi apakah badan usaha itu bisa ditugaskan atau tidak," kata Harya.

SPBU Vivo
Anggita Amalia|Katadata

Pemerintah mendorong PT Vivo Energy Indonesia ikut program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Artinya perusahaan ini nantinya akan menjual BBM dengan jenis yang sudah ditentukan pemerintah dan harga yang sama di seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan itu, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman akan mengundang manajemen Vivo pekan depan. "Besok Senin mau dirapatkan. Kami evaluasi apakah badan usaha itu bisa ditugaskan atau tidak," kata dia di Jakarta, Jumat (3/11).

Harya mengatakan manajemen Vivo sebenarnya sudah menyatakan siap untuk ikut program BBM Satu Harga. Hal itu disampaikan kepada Harya saat peresmian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Vivo di Cilangkap, Jakarta Timur beberapa pekan lalu.

Saat ini, Pemerintah memang baru mengkategorikan BBM Satu harga untuk dua komoditas. Pertama adalah Solar. Kedua, Premium di luar daerah Jawa, Madura dan Bali.

Sedangkan di sisi lain, Vivo baru menjual tiga jenis BBM di SPBU-nya. Jenis BBM itu adalah Revvo 89 yang berkadar oktan 89, kemudian Revvo 90 berkadar oktan 90 atau setara Pertalite yang dijual PT Pertamina (Persero). Selain itu ada Revvo 92 yang memiliki kadar oktan 92.

Meski begitu, harga Revvo 89 ini bisa lebih murah dibandingkan Premium yang berkadar oktan 88. Vivo mematok harga Revvo 89 sebesar Rp 6.100, sedangkan Pertamina menjual Premium di luar Jawa, Madura dan Bali Rp 6.450 per liter.

Menurut Harya ada beberapa penyebab harga BBM Revvo 89 bisa lebih murah. Salah satunya adalah jaringan bisnis Vivo yang luas. Apalagi Vivo memiliki perusahaan induk yakni Vitol Group yang berkecimpung di dunia penjualan minyak.

Sehingga jaringan SPBU Vivo tidak hanya di Indonesia melainkan mencakup di beberapa negara lain. "Bisa saja kan mereka subsidi silang biar dapat murah, tapi kan itu adalah aksi korporasi," kata Harya.

Sementara itu, dalam menentukan harga jual BBM-nya, Vivo menggunakan formula sendiri untuk menentukan harga BBM jenis Revvo 89. Alasannya hingga kini tidak ada acuan harga internasional untuk BBM berkadar oktan 89 itu.

Corporate Communication PT Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie pernah mengatakan acuan internasional hanya mengatur BBM berkadar oktan 92 ke atas. “Di bawah itu pasti kebijakan perusahaan,” kata dia kepada Katadata beberapa waktu lalu. 

(Baca: Tak Ada Acuan Internasional, Vivo Pakai Formula Sendiri untuk Revvo 89)

Meski begitu, Maldi enggan memaparkan formula harga untuk Revvo 89. Alasannya formula harga itu merupakan strategi perusahaan. Namun, yang jelas, dengan harga yang ada saat ini, perusahaannya tidak merugi karena sudah memasukkan margin dalam formula.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan