Sinergi BUMN Kembangkan Kawasan Wisata Teluk Nipah di Lampung

Penulis: Michael Reily

Editor: Safrezi Fitra

13/11/2017, 18.54 WIB

PTPN VII berperan sebagai pemilik lahan dan pemegang izin. PT PP sebagai pengembang, serta Patra Jasa bakal menjadi pengelola kawasan wisata

Wisata pantai
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Ilustrasi kawasan wisata

Perusahaan pelat merah bersinergi dalam membangun kawasan wisata Teluk Nipah di Lampung. PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan anak usaha PT Pertamina (Persero) PT Patra Jasa melakukan penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pembangunan kawasan tersebut.

Ketiga perusahaan ini bekerja sama membangun dan mengelola kawasan wisata Teluk Nipah seluas 820,47 hektare. Setelah penandatanganan MoU ini, ketiga pihak masih akan melakukan studi kelayakan atau Feasibility Study untuk merinci bentuk dan waktu pengembangan yang bakal dilaksanakan.

"Nanti bakal ada kajian yang lebih rinci seperti jumlah investasi yang dibutuhkan, peran masing-masing badan usaha bagaimana, dan jadwal waktunya," kata Sekretaris Perusahaan Patra Jasa Gatot Subagio usai penandatanganan di Kantor BUMN, Jakarta, Senin (13/11).

 (Baca: Indonesia Berebut Turis Cina dengan Dua Negara ASEAN)

Menurutnya, proyek sinergi ketiga pihak bakal masuk ke paparan khusus untuk 2018. Harapannya proyek pengembangan kawasan wisata ini akan mulai berjalan tahun depan. Patra Jasa tidak hanya bergerak di sektor hotel dan penginapan. "Sekarang kami juga menjadi pengembang, property developer," ujarnya.

Dalam pembangunan dan pengelolaan Teluk Nipah, PTPN VII berperan sebagai pemilik lahan dan pemegang izin. PP menjadi pengembang dan kontraktor, serta Patra Jasa bakal menjadi pengelola kawasan wisata. Selama ini area lahan kawasan tersebut masih dimanfaatkan untuk perkebunan karet dan tambang batu.

Direktur Keuangan PP Agus Purbianto mengungkapkan selain pariwisata, tambang batu seluas 30 hektare juga bisa dimanfaatkan oleh PP Urban. "Kami juga punya pabrik dekat di Lampung sehingga kebutuhan bahan baku juga terpenuhi," ujarnya.

Menurutnya, masih banyak potensi yang bisa digali dari kawasan Teluk Nipah. Namun, ketiga pihak masih harus melakukan survei secara lengkap untuk melakukan eksekusi pembangunan. (Baca: Sektor Pariwisata Dibidik Jadi Penyumbang Devisa Terbesar pada 2020)

Agus menjelaskan, proyek Teluk Nipah akan menjadi sektor wisata keempat yang dipegang oleh PP. Saat ini, PP sedang mengerjakan Wisata Eks Pabrik Gula Colomadu, Jawa Tengah; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan dermaga eksekutif Merak-Bakauheni.

"Nantinya kalau Merak-Bakauheni dan Teluk Nipah sudah selesai, orang akan nyaman untuk ke Lampung," jelasnya.

Teluk Nipah memiliki tiga pantai utama, yaitu Pantai Sudul sepanjang 400 meter, Pantai Teluk Nipah 650 meter, dan Pantai Marina 750 meter. Ciri khasnya adalah pantai pasir dengan batuan yang menjorok ke laut. Rencananya, Teluk Nipah bakal masuk ke dalam usulan bersama sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata lewat Pemerintah Provinsi Lampung.

(Baca: Jokowi Targetkan 10 Pelabuhan Kapal Pesiar Dibangun dalam 2 Tahun)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan