Tinggalkan E-Commerce dan Fintech, Indosat Kembali ke Bisnis Jaringan

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria Mutiara Fajrin

16/11/2017, 18.44 WIB

"Kami membuat industri startup menghabiskan US$ 50 juta dan hasilnya nihil," kata CEO baru Indosat, Joy Wahyudi.

Indosat
Arief Kamaludin|KATADATA
Indosat

Indosat Ooredoo akan melakukan reposisi peran di sektor telekomunikasi. Setelah sempat terjun ke bisnis e-commerce dan financial technology (fintech) lewat Cipika dan Dompetku, Indosat akan kembali menjadikan bisnis penyedia jaringan sebagai fokus utama.

Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Joy Wahyudi menyatakan fokus perusahaan pada 2018 adalah meningkatkan user interface Indosat Ooredoo dan kembali pada basis jaringan. "Kami akan pastikan jaringan benar-benar memadai," kata Joy di kantornya, Jakarta, Kamis (16/11).

Joy yang baru dua hari menjabat CEO Indosat menyatakan, ada dua hal yang difokuskan dalam investasi pada 2018. Yang pertama adalah memastikan penciptaan ekosistem Indosat Ooredoo sebagai basis pelayanan ponsel pintar yang lebih baik. Kedua adalah memfokuskan pembangunan jaringan supaya ekonomi bisa merata ke luar Pulau Jawa.

(Baca juga:  Bisnis Online Diperkirakan Genjot Pendapatan UMKM 26%)

Joy mengungkapkan keikutsertaan Indosat Ooredoo dalam model bisnis startup ternyata tidak sesuai dengan model bisnis utama perusahaan. Menurutnya, perusahaan harus mengikuti perkembangan zaman jika tidak mau bangkrut. "Kami membuat industri startup menghabiskan US$ 50 juta dan hasilnya nihil," ujarnya.

Menurutnya, jika dana yang ada digunakan untuk penyediaan jaringan, dampaknya bakal lebih bermanfaat untuk Indosat Ooredoo. Sebab, basis 90 juta pelanggan yang dimiliki harus terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Joy menjelaskan, Indosat Ooredoo harus membangun ekonomi digital. Contohnya, ia telah mempertimbangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membuka kios pulsa menjadi penjualan paket data digital.

Perhitungannya adalah pengurangan penggunaan pulsa untuk telepon, sehingga peralihan harus disiapkan agar tidak banyak UKM yang terkena dampak digitalisasi. "Kita mencermati ekosistem apa yang sedang terjadi dan cara untuk menggunakannya dengan tepat," tutur Joy.

(Baca juga: Darmin Klaim Pertumbuhan E-Commerce Sedot Pangsa Pasar Retail)

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun meminta operator telepon seluler untuk lebih agresif dalam penyediaan jaringan. Pasalnya, teknologi digital membuat perusahaan Over The Top (OTT) seperti Facebook bisa menjadi mitra pemerintah jika lebih siap dalam pembangunan infrastruktur ekonomi digital.

"Kalau ada tawaran yang lebih menarik dari Facebook kita harus antisipasi karena ekonomi digital berubah cepat," jelas Rudiantara. Menurutnya, salah satu solusi di peta jalan e-commerce adalah meminimalisasi hambatan, terutama infrastruktur.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan