Lelang Blok Migas Skema Gross Split Diundur Lagi Hingga Akhir Tahun

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

21/11/2017, 18.33 WIB

“Kami undur agar memiliki waktu yang cukup untuk investor dan ada hitam di atas putih,” kata Ego.

Rig
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya memperpanjang lelang blok minyak dan gas bumi (migas) skema kontrak bagi hasil gross split. Salah satu alasannya adalah menunggu Peraturan Pemerintah mengenai perpajakan untuk skema gross split.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi untuk lelang skema penawaran langsung dan regular diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2017. Sebelumnya adalah 27 November 2017.

Sementara itu untuk pengambilan dokumen lelang mundur menjadi 24 Desember 2017. Awalnya batas akhir pengambilan dokumen itu yakni 20 November 2017.

Menurut Ego, perpanjangan batas akhir lelang ini karena menunggu kepastian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai perpajakan gross split. “Kami undur agar ada waktu yang cukup dan ada hitam di atas putih,” kata dia di saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (21/11).

Sampai saat ini RPP tersebut sudah sampai di tangan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Menteri Keuangan telah mengeluarkan proses izin prakarsa pada 23 Oktober lalu.

Adapun salah satu poin penting dalam aturan tersebut adalah adanya kompensasi (tax lost carry forward) selama 10 tahun. Kemudian ada konversi pajak yang sudah dibayarkan menjadi tambahan bagi hasil.

Meski jadwal lelang diperpanjang, Ego mengatakan sudah ada 20 dokumen yang diakses atau dibeli. 20 dokumen itu untuk 10 blok migas konvensional yang dilelang.

Sedangkan untuk blok migas nonkonvensional ada dua dokumen yang diakses. Padahal yang dilelang tahun ini ada lima blok.

Adapun, pengumuman perpanjangan lelang ini juga dihadiri beberapa pelaku industri hulu migas. Mereka di antaranya Sekretaris Indonesian Petroleum Association (IPA) Ronald Gunawan, Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong, Bendahara IPA sekaligus Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan. Selain itu ada juga Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi.

(Baca: Lelang Blok Migas Skema Gross Split Tahun Ini Berpeluang Gaet Investor)

Ronald mengatakan perpanjangan masa lelang ini adalah suatu hal yang wajar. Apalagi PP untuk pajak gross split belum selesai. “Ini berarti kesempatan pada investor untuk mendapatkan kepastian. Jadi kalau sudah disetujui PP ini, kami harapkan investor bisa evaluasi dan bisa  membuat keputusan bisnis,” ujar dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan