Tahap Awal, PGN Akan Jual Dua Kargo Gas Blok Sanga-Sanga

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

13/12/2017, 20.25 WIB

Dua kargo itu merupakan jatah LNG yang belum memiliki kontrak di blok Sanga-Sanga selama semester I tahun depan.

Pipa gas
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Gas Negara (Persero)Tbk/PGN akan menjual gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) jatah negara yang belum berkontrak dari Blok Sanga-Sanga, Kalimantan Timur secara bertahap. Untuk tahap awal, badan usaha milik negara (BUMN) ini akan menjual dua kargo LNG. 

Head of Marketing and Product Development Division PGN Adi Munandir mengatakan penjualan secara bertahap itu sesuai keputusan dari Kementerian ESDM. Dua kargo itu merupakan jatah LNG yang belum memiliki kontrak di blok Sanga-Sanga selama semester I tahun depan. 

Sementara untuk sepanjang tahun 2018, Adi belum mendapatkan data mengenai jumlah kargo yang belum berkontrak. "Awalnya dua kargo dulu. Nanti dievaluasi lagi untuk uncomitted cargo lain,"kata dia di Jakarta, Rabu (13/12).

Menurut Adi, pihaknya akan menjual kargo tersebut ke pasar spot dengan mekanisme tender. Saat ini pembahasan mengenai mekanisme tender kargo tersebut masih berjalan. Jadi belum ada keputusan, termasuk harga.  

Di sisi lain  Adi enggan berkomentar mengenai alasan PGN mengajukan permohonan menjual kargo LNG yang tidak berkontrak di blok Sanga-sanga. Apalagi perusahaannya itu tidak menerima bayaran (fee) atas penunjukan tersebut.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher sebelumnya mengatakan penunjukan PGN mengacu  surat tertanggal 4 Desember 2017. Surat  itu dikeluarkan setelah melakukan dua kali rapat dengan PGN, PT Pertamina (Persero) dan VICO Indonesia. Ini sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan atas permohonan PGN.

Ada beberapa pertimbangan dalam menunjuk PGN sebagai pihak yang menjual gas jatah negara itu. Pertimbangan utama adalah yang paling menguntungkan bagi negara. “Pihak PGN bersedia tidak menerima fee atas penunjukkan dirinya sebagai penjual LNG bagian negara untuk uncommited volume tahun 2018 dari wilayah kerja Sanga-sanga,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (11/12).

Dengan surat itu, SKK Migas berharap koordinasi teknis antara PGN, Pertamina, dan VICO Indonesia segera  diselesaikan secara baik. Tujuannya agar proses penjualan dapat dilaksanakan demi mengamankan pendapatan negara.

(Baca: SKK Migas Ungkap Alasan Tunjuk PGN Jual Gas Negara di Sanga-sanga)

Adapun, kilang LNG yang dikelola Badak NGL mengolah pasokan gas dari beberapa proyek migas, yakni Blok Mahakam, Lapangan Bangka, Lapangan Jangkrik, dan Blok Sanga-Sanga. Pada 2017 ini, produksi LNG dari Kilang ini, menurut situs resminya tercatat sebesar 7,84 juta ton dengan pengapalan sebanyak 10,44 standar kargo.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan