Demokrat, PAN, dan PKB Jajaki Poros Ketiga di Pilpres 2019

Penulis: Dimas Jarot Bayu dan Yuliawati

Rabu 7/3/2018, 11.42 WIB

Peluang pembentukan poros baru akan bergantung pada peta politik jelang Pilpres 2019.

nomor urut partai politik
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Sejumlah pengurus partai politik menghadiri pengundian nomor urut partai politik peserta pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (18/2).

Tiga partai politik yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjajaki peluang terbentuknya poros ketiga dalam pemilihan presiden 2019. Ketiga partai mencari peluang menjagokan elite partai masing-masing sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Mereka bakal jadi penantang kubu pengusung Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. 

Partai Amanat Nasional (PAN) berencana membuka poros baru dalam Pilpres 2019 dengan mengajukan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon presiden. "Memang arus besarnya membikin poros sendiri dengan visi menawarkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan," kata Wakil Sekjen PAN Soni Sumarsono ketika dihubungi Katadata.co.id, Selasa (7/3).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menurut Soni, rencana poros baru ini merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional PAN yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat pada Agustus 2017. Ketika itu, rekomendasi Rakernas mengusulkan Zulkifli menjadi capres di Pilpres 2019.

Meski demikian, Soni menyadari jika partainya tak mungkin mengusung Zulkifli sendirian dalam Pilpres 2019. PAN yang dalam pemilihan legislative 2014 mengumpulkan suara 7,59% tak cukup memenuhi ambang batas presiden (presidential threshold) sebesar 20% kursi DPR.

(Baca juga: Gerindra Tuding Kubu Jokowi Upayakan Calon Tunggal di Pilpres 2019)

Karenanya, saat ini PAN tengah intensif melakukan komunikasi dengan partai politik lainnya yang belum menentukan arah dukungan politik, seperti Demokrat dan PKB. Soni mengatakan, PAN masih melakukan lobi agar Zulkifli bisa diusung menjadi capres, bahkan oleh partai lain yang sudah menyiapkan nama kandidat Pilpres 2019.

Sementara itu Zulkifli dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi beberapa waktu lalu menyatakan meski Rakernas PAN pada Agustus lalu mengusungnya sebagai capres, namun dia tak mau buru-buru memastikan rencananya untuk masuk gelanggang. Dia hendak berperan memberikan mandat dalam penentuan capres dan cawapres sesuai dengan perkembangan politik yang terjadi.

Demokrat sendiri mengakui telah menjajaki membentuk poros baru bersama PAN. Dalam Pemilu 2014, Demokrat berhasil mengumpulkan suara sebesar 10,19%. "Kemungkinan lahirnya poros baru di luar Jokowi dan Prabowo masih sangat terbuka, masih sangat cair," kata Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukriyanto.

Menurut Didik, peluang poros baru ini akan bergantung pada peta politik jelang Pilpres 2019. Demokrat terus melakukan perhitungan untuk menjalin dengan partai apa koalisi akan dibentuk.

"Bagaimana kami memilih kawan, bagaimana kami menemukan konsepsi perjuangan politik dengan visi dan tujuan yang sama. Karena tanpa itu kan tidak mungkin," ucap Didik.

Adapun, Demokrat sendiri berniat untuk memajukan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilpres 2019. Menurutnya, AHY merupakan figur negarawan yang visioner dan memiliki kecakapan dalam kepemimpinan serta wawasan.

"Kami sangat yakin Mas AHY ini salah satu alternatif yang bisa diusung atau diperhitungkan dalam kompetisi Pilpres ke depan," ujar Didik.

(Baca juga: Prabowo Tunggu Waktu Tepat untuk Deklarasi Capres 2019)

Didik mengatakan Demokrat masih melakukan perhitungan politik apakah AHY akan ditempatkan sebagai capres atau cawapres dalam Pilpres 2019. Menurutnya, perhitungan ini penting untuk bisa mempertimbangkan akseptabilitas publik.

"Ya kami masih tetap berpikir rasional apakah Mas AHY nanti akan kami usung sebagai capres atau cawapres. Semuanya tergantung hitung-hitungan politik dengan siapa kami berkawan ketika mau mencalonkan," kata Didik.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Lukman Edy mengatakan partainya menjajaki pembentukan poros ketiga terutama dengan partai Islam, seperti PAN. Partai berbasis Islam seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menyatakan dukungan kepada Jokowi, sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cenderung mengusung Prabowo.

Lukman mengatakan, poros ketiga menjadi incaran PKB apabila skenario Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi cawapres untuk pasangan Jokowi ataupun Prabowo kandas. PKB bakal memilih poros ketiga dengan kepentingan pragmatis.

“Yang penting buat kader PKB, Cak Imin maju baik sebagai cawapres atau capres di Pemilu 2019,” kata Lukman kepada Katadata.co.id.

Lukman mengatakan, poros ketiga terus dijajaki sembari melobi kubu Jokowi atau Prabowo. Hingga kini, Cak Imin belum mendapatkan lampu hijau sebagai cawapres kedua tokoh tersebut. “Belum ada tanda-tandanya,” kata Lukman.

Seperti diketahui, dalam Pemilu 2019 akan diikuti oleh 15 partai politik. Tujuh parpol telah menyatakan dukungan kepada Jokowi yakni PDI Perjuangan, Golkar, PPP, Hanura, Nasdem, PSI, serta Perindo. Sementara partai pendukung Prabowo belum mendeklarasikan diri. 

(Baca juga: Usai Dapat Nomor Urut, Parpol Ajukan Capres-Cawapres Enam Bulan Lagi)