Tertinggi di Indonesia, Ekonomi Maluku dan Papua Melesat 18,42%

Rizky Alika
Oleh Rizky Alika - Martha Ruth Thertina
7 Mei 2018, 14:58
Freeport
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua.

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekonomi Maluku dan Papua tumbuh pesat di kuartal I 2018. Hal itu tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto-nya (PDB) yang sebesar 18,42% atau yang tertinggi di antara wilayah lainnya.

Pertumbuhan PDB Maluku dan Papua tersebut melonjak dari periode sama tahun lalu yang hanya sebesar 4,16%. “Pertumbuhan ekonominya sangat tinggi karena pertambangan,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat Konferensi Pers di Kantornya, Senin (7/5). 

Meski begitu, kontribusinya terhadap PDB nasional masih kecil hanya 2,5%. Alhasil, pertumbuhan pesat ekonomi Papua belum signifikan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. (Baca juga: Diselamatkan Investasi, Ekonomi Indonesia Kuartal 1 Tumbuh 5,06%)

Sebanyak tiga wilayah lainnya juga mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi meski tak sepesat Maluku dan Papua. PDB Jawa tumbuh 5,78%, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu 5,66%. Adapun kontribusinya terhadap PDB nasional masih yang terbesar yaitu 58,67%.

Kemudian, PDB Sumatera tumbuh 4,37%, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu 4,05%. Sementara kontribusinya untuk PDB nasional sebesar 21,54%. Lalu, PDB Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 3,74%, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu 2,36%. Kontribusinya terhadap PDB nasional sebesar 3,03%.

Di sisi lain, dua wilayah lainnya mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. PDB Sulawesi tumbuh 6,83%, sedikit lebih rendah dari periode sama tahun lalu 6,87%. Kontribusinya terhadap PDB nasional yaitu sebesar 6,02%. Lalu, PDB Kalimantan hanya tumbuh 3,25%, lebih rendah dari periode sama tahun lalu 4,92%. Kontribusnya terhadap ekonomi nasional 8,24%.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2018 tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan periode sama sepanjang tiga tahun belakangan. PDB nasional tumbuh 5,06%, lebih baik dari kuartal I 2017 yang sebesar 5,01%, kuartal I 2016 yang sebesar 4,94%, dan kuartal I 2015 yang sebesar 4,83%.

Meski begitu, pencapaian tersebut di bawah prediksi Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sebelumnya, BI memprediksi pertumbuhannya bisa mencapai 5,1%, sedangkan Sri Mulyani memprediksi 5,2%. Adapun pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 5,4% tahun ini, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu 5,07%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...