Kementan Beri Penghargaan Petani dan Penyuluh Berprestasi
Jakarta - Kemajuan pertanian tidak lepas dari peran besar para petani dan penyuluh. Itu sebab, bertepatan dengan HUT RI ke-73, Kementerian Pertanian memberi Penghargaan Tingkat Nasional sebagai bentuk apresiasi dan untuk memotivasi mereka yang berada di garda depan sektor pertanian. Total ada 27 petani, penyuluh, dan gabungan kelompok tani atau Gapoktan yang mendapat Penghargaan Tingkat Nasional Bagi Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2018, di Auditorium Gedung D kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta pada Jumat (17/08).
"Penghargaan tahunan ini dilakukan untuk mewujudkan pelaku utama dan pelaku usaha yang andal. Memberi motivasi dan memacu mereka agar mau dan lebih aktif dalam menjalankan fungsinya," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iswantoro yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Syukur berharap para petani dan penyuluh berprestasi terus dibina. “Bagi gapoktan berprestasi didorong untuk membentuk kelembagaan ekonomi petani, yang selanjutnya ditingkatkan menjadi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dalam bentuk Koperasi Tani atau perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh petani, sehingga memberi dampak pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat perdesaan," tambahnya.
Penghargaan 2018 untuk 27 perorangan atau kelompok dibagi dalam tujuh kategori. Pemenang dipilih berdasarkan seleksi dengan penilaian objektif, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.
Kategori Petani berprestasi dianugrahkan pada I Wayan Padet petani dari Morowali, Sulawesi Tengah, Erwin dari Bima NTB, dan Ujang Margana dari Bandung, Jawa Barat. Untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi, jatuh pasa Gapoktan Tani Mandiri Jawa Tengah/ Sukoharjo, Gapoktan Tigo Saiyo Sumatera Barat/Sijunjung, dan Gapoktan Sumber Rejeki Riau/Siak.Kategori Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi menghadirkan Koperasi Insan Mandiri Bonepantai Gorontalo/Bone Bolango, Koperasi Usaha Bersama Nusa Tenggara Barat/Lombok Barat, serta KSU Gapoktan Mada Rebu Nusa Tenggara Timur/Sikka sebagai penerima penghargaan.
Penyuluh pertanian Abdul Gias Sila PNS dari Gorontalo/Gorontalo, Fahnida Ratna Maulidya, yang juga PNS dari Kalimantan Selatan/Hulu Sungai Utara, dan Achmad Arif Fauzi Karim Penyuluh Pertanian Swadaya dari Jawa Tengah/Magelang terpilih sebagai Penyuluh Pertanian Teladan.
Kategori Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi diberikan kepada BPP Jogoroto Jawa Timur/Jombang, BPP Banjarangkan Bali/Klungkung, dan BPP Palakka Sulawesi Selatan/Bone. Untuk predikat Widyaiswara Berprestasi diberikan kepada Wasis Sarjono dari BBPP Batu, Jawa Timur; Siti Fuadah Chusnadari BPP Jambi, dan M. Issac Maulana dari BBPP Batangkaluku, Sulawesi Selatan.
Kategori Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Berprestasi diberikan untuk 9 orang yang dibagi dalam tiga kelas. Penghargaan untuk Kelas Pratama diberikan kepada Sirtanio dari Banyuwangi, Mekar Sari dari Subang, dan Tani Organik Merapi, Sleman. Kelas Madya dianugerahkan kepada Agribisnis As-Salam Tasikmalaya, Bumi Alam Purba Lampung Timur, dan Langgang Jaya Pratama Aceh Besar. Sedangkan penghargaan untuk Kelas Utama disematkan kepada Agro Jamur Jawa Tengah Banyumas, Mupu Amerta Bangli, dan Ikamaja Bagusantri Kota Banjar.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono menyatakan bahwa pengembangan sumberdaya manusia (SDM) adalah kunci pencapaian keberhasilan sektor ini. "Keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari keberhasilan kinerja Kementan dalam mewujudkan SDM pertanian sebagai pelaku utama yang professional, berkualitas, andal, dan berdaya saing," katanya.
Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian yang juga Penaggungjawab acara Siti Munifah menegaskan sektor pertanian berperan strategis, selain sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, juga berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan baku industri, bio-energi, penyerapan tenaga kerja, sumber devisa negara, sumber pendapatan rakyat, dan pelestarian lingkungan. Meski demikian tantangan besar. "Tantangan kita ke depan, dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang sekitar 1,49%, tentu membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar," kata Munifah. Persaingan tingkat internasional yang makin ketat, serta fenomena perubahan iklim menjadi tantangan lain yang harus dijawab oleh pelaku utama dan pelaku usaha pertanian. “Ini tentu sangat terkait dengan kerja keras para penyuluh pertanian," sambungnya.
Pemberian penghargaan ini dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-73. Para pemenang lalu mendapat kesempatan mengikuti sederet agenda nasional pada peringatan kemerdekaan. Mereka menghadiri Rapat Paripurna DPR-RI , DPD-RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI, mengikuti Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata, upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Negara, hingga Silaturrahim Presiden RI dengan Para Teladan.
