Hasil Teknologi EOR untuk Produksi Blok Rokan di Bawah yang Dijanjikan

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Senin 27/8/2018, 23.10 WIB

Dalam proposal yang diajukan untuk mengelola Blok Rokan, Pertamina menjanjikan bisa meningkatkan produksi hingga 500 ribu bph.

Sumur Minyak
Chevron

Teknologi tingkat lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) dengan skala penuh (full scale) ternyata hanya menambah produksi Blok Rokan sebesar 100 ribu barel per hari (bph). Padahal, awalnya teknologi ini dikabarkan bisa meningkatkan produksi hingga 500 ribu bph.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar mengatakan penyerahan Blok Rokan ke Pertamina harus memberikan manfaat yang besar untuk negara. “Unsur full scale bisa produksi 100 ribu bph, mungkin bisa lebih,” kata dia di Jakarta, Senin (27/8).

Di sisi lain, menurut Sukandar, untuk penggunaan EOR membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi Pertamina harus memiliki kesiapan dana untuk menjalankan program tersebut.

Selain itu, Pertamina juga harus memiliki rencana lain untuk menjaga kinerja Blok Rokan. “Kami akan bicara detail dengan Pertamima. Kami harap mereka punya rencana lain untuk lima tahun, sehingga kami bisa kawal,” ujar Sukandar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim PT Pertamina (Persero) mampu meningkatkan produksi Blok Rokan hingga 500 ribu barel per hari (bph). Ini didukung teknologi yang selama ini digunakan PT Chevron Pacific Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan Pertamina tinggal melanjutkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang sudah diuji coba di Lapangan Minas. Uji coba ini sudah dilakukan 10 tahun dan berhasil meningkatkan produksi lebih dari 100 ribu barel per hari (bph).

Jadi, ketika resmi menjadi operator Blok Rokan tahun 2021, Pertamina sudah bisa memulai proyek EOR di lapangan Minas. Sehingga produksi Blok Rokan bisa meningkat secara bertahap menuju 500 ribu bph mulai tahun 2024. "Injeksi pelan-pelan nanti 2024 bisa bertahap naik produksinya," kata Djoko di Jakarta, Rabu (1/8).

Target produksi ini juga merupakan tawaran Pertamina dalam proposalnya. Dalam proposal itu, Pertamina menawarkan EOR dengan produksi 500 ribu bph. 

(Baca: Target Lifting Blok Rokan Tahun Depan Turun 15%)

Hingga Juli 2018, lifting minyak Blok Rokan baru 98,41% dari target APBN atau 210.153 bph. Hingga akhir tahun lifting minyak di blok ini diprediksi hanya mencapai 206.710 bph.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha