Chevron Tunjuk Bos Baru untuk Kawasan Indonesia dan Filipina

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Rabu 29/8/2018, 20.23 WIB

Kevin Lyon menggantikan Chuck Taylor yang memasuki masa pensiun.

Chevron
Arief Kamaludin|KATADATA

Chevron IndoAsia Business Unit (IBU) menunjuk Kevin Lyon sebagai Managing Director baru menggantikan posisi Chuck Taylor. Chuck diganti karena akan memasuki masa pensiun.

Lyon akan efektif menggantikan Chuck per 1 Oktober 2018 mendatang. Adapun Chuck akan pensiun di awal tahun depan setelah 38 tahun berkarir.

Lyon yang berusia 52 tahun ini akan menaungi pengelolaan kegiatan eksplorasi dan produksi Chevron di Indonesia dan Filipina. "Kevin Lyon akan bertugas di IBU dengan membawa pengalaman operasi dan kepemimpinan yang lengkap," mengutip rilis resmi Chevron, Rabu (29/8).

Selama 30 tahun berkarir, Kevin Lyon telah menjabat berbagai posisi teknis dan manajemen di Bangladesh, Indonesia, Nigeria, Belanda, Filipina dan Amerika Serikat. Sebelum menjabat di posisinya saat ini sebagai Special Advisor IBU, Kevin Lyon adalah Country Manager dan President Chevron Bangladesh.

Di Bangladesh, Lyon mengelola lebih dari separuh produksi harian gas alam nasional di negara tersebut. Ia menjabat Country Manager dan President Chevron Bangladesh sejak tahun 2015 hingga 2018.

Sementara itu, Chuck Taylor sudah menjadi pimpinan operasi hulu Chevron di Indonesia dan Filipina selama lima tahun terakhir. Chuck dinilai berhasil memimpin IBU untuk memberikan kinerja operasi dan bisnis yang sangat baik. Sepanjang karirnya, Chuck Taylor menjabat beragam posisi keteknikan and manajemen di Amerika Serikat, Inggris, Nigeria dan Indonesia.

Saat ini Chevron mengoperasikan beberapa blok migas di tanah air, salah satu yang terbesar adalah Blok Rokan. Blok ini akan habis kontrak pada 2021 dan akan diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) setelah kontraknya berakhir. Blok Rokan menjadi salah satu sumber produksi nasional saat ini.

(Baca: Pertamina Rebut 100% Blok Rokan dari Chevron)

Mengacu data SKK Migas, hingga Juli 2018, produksi siap jual (lifting) minyak Blok Rokan baru 98,41% dari target APBN atau 210.153 bph. Hingga akhir tahun lifting minyak di blok ini diprediksi hanya mencapai 206.710 bph. Adapun tahun depan SKK Migas menargetkan Lifting minyak blok Rokan hanya bisa 180 ribu bph. Padahal, dalam APBN 2018, target lifting Rokan sebesar 213.551 bph.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha