Rudiantara Pastikan Palapa Ring Rampung Awal 2019

Penulis: Pingit Aria

Rabu 29/8/2018, 13.22 WIB

Operasional Palapa Ring akan mengatasi ketimpangan akses internet di bagian barat dan timur Indonesia.

Rudiantara
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Menkominfo Rudiantara saat pembukaan Indonesia E-Commerce Expo di Indonesia Convention Exibation (ICE), Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (9/5).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan proyek pembangunan Palapa Ring akan rampung pada awal 2019. Proyek ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Pembangunan Palapa Ring dibagi tiga menjadi Paket Barat, Tengah, dan Timur. Menurut Rudiantara, pembangunan Paket Tengah yang sampai Talaud, ditargetkan selesai pada September 2018 sudah beroperasi. Sementara untuk Paket Timur, konstruksinya akan selesai Desember 2018.

“Kuartal pertama tahun depan saya janjikan sudah terhubung dengan jaringan tulang punggung backbone, yang disebut broadband ini,” kata Rudiantara dalam siaran pers, Rabu (29/8).

Menurut Rudiantara, ketimpangan akses telekomunikasi antara penduduk di Jakarta dengan wilayah Timur masih sangat besar. Di Jakarta, rata-rata kecepatan throughput internet mencapai 7 megabyte per second (mbps), sementara di Papua hanya sekitar 3 mbps.

“Tapi harga paketnya (di Papua), saat pertama saya masuk Kominfo, dua kali lebih mahal dari Jakarta. Tidak fair, regulasinya harus diubah,” katanya.

(Baca juga: 7 Janji Pemerintah kepada Investor di Sektor Digital)

Dengan beroperasinya Palapa Ring, menurut Rudiantara, akan memudahkan masyarakat di daerah yang selama ini sulit terjangkau jaringan telekomunikasi untuk menjadi pelaku ekonomi digital.

“Ini yang menjadi salah satu driver pertumbuhan ekonomi digital. Nanti kalau sudah selesai, orang di Papua jadi salah satu Pelapak-nya Bukalapak,” kata Rudiantara pada acara BukaTalks by Bukalapak.

Dalam kesempatan yang sama Praktisi Telekomunikasi Hasnul Suhaimi menekankan pentingnya perubahan mindset bagi para pelaku telekomunikasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

“Saya belajar kalau mau masuk ke digital jangan tanggung-tanggung, semua orang harus buka diri untuk ilmu baru, solusi baru. Partisipasi perusahaan dari atas sampai bawah harus total, harus aktif ubah culture dan mindset,” tuturnya. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha