Taktik Lazada dan Shopee Hindari Kecurangan Saat Promo

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Senin 3/9/2018, 18.49 WIB

Skandal kecurangan dalam flash sale yang berbuntut pada pemecatan karyawan sebelumnya terjadi di Tokopedia.

Lazada e-commerce
Arief Kamaludin|KATADATA

Seperti gerai retail pada umumnya, toko-toko online pun kerap menggelar pesta diskon untuk menggenjot transaksi. Agar perebutan diskon tak dicurangi, Shopee dan Lazada memiliki caranya tersendiri.

Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia Achmad Alkatiri menjelaskan, perusahaannya menerapkan sistem khusus untuk mengantisipasi kecurangan pada saat kampanye ataupun promo. "Kami ada berbagai layer untuk persetujuan dan pengawasan," ujar dia di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (3/9). "Belum pernah terjadi (kecurangan)."

Di lain kesempatan, Director of Shopee Handhika Jahja menjelaskan, perusahaannya menyediakan modul khusus untuk beragam kampanye seperti flash sale. Nah, modul tersebut dirancang supaya kecurangan baik dari internal ataupun eksternal tidak terjadi sehingga flash sale berlangsung adil. "Kami belajar dari negara yang sudah maju, mereka buat fitur flash sale yang berbeda," katanya.

(Baca juga: Kecurangan dalam Flash Sale Tokopedia Bisa Dipidana)

Mekanismenya, barang yang diperjualbelikan tidak bisa dibeli sebelum flash sale berlangsung. Selain itu, jumlah barang yang tersedia dan terjual akan dicantumkan secara transparan di platform. "Jadi seadil mungkin. Mereka tidak bisa masukan ke keranjang sebelum flash sale itu jalan. Kami percaya dengan teknologi kami itu," ujarnya.

Untuk itu, perusahaannya sudah mengirimkan surat elektronik kepada karyawannya pekan lalu untuk tidak takut mengikuti flash sale. Toh, pegawai tidak turut campur secara langsung untuk pelaksanaan kampanye tersebut.

Sebelumnya, Tokopedia memecat karyawannya yang terbukti curang dalam program flash sale pada 15-17 Agustus 2018 lalu. Kecurangan yang dilakukan oleh para karyawan ini membuat pembeli tak bisa mendapatkan produk yang ditawarkan secara adil. Setidaknya, ada 49 produk flash sale yang dicurangi oleh karyawan.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha