Jokowi Beri Waktu Setahun Kabinet Benahi Defisit Transaksi Berjalan

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 5/9/2018, 12.07 WIB

Pembenahan defisit harus dilakukan agar pemerintah tidak selalu disibukkan dengan pelemahan rupiah yang bisa terjadi seperti saat ini.

jokowi
Katadata | Arief Kamaludin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya agar menyelesaikan permasalahan defisit transaksi berjalan dalam waktu satu tahun. Pembenahan defisit harus dilakukan agar pemerintah tidak selalu disibukkan dengan pelemahan rupiah yang bisa terjadi seperti saat ini.

"Target saya satu tahun sudah ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan," kata Jokowi. Jokowi menyampaikan hal ini saat menghadiri pelepasan ekspor mobil Toyota di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8). Presiden juga mengaku terus berkoordinasi dengan sektor fiskal, moneter, hingga industri dan pelaku usaha merespons hal ini.

(Baca: Jokowi Siapkan Langkah Jangka Pendek Hadapi Tekanan Rupiah)

Jokowi membeberkan contoh dua kebijakan pemerintah yang dinilai bisa membenahi defisit. Pertama, penerapan mandatori biodiesel sebesar 20% yang akan menghemat devisa US$ 5 - 6 miliar dalam setahun. Kedua, dengan meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam pekerjaan fisik proyek pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga swasta. Memperbesar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai bisa menghemat US$ 2 - 3 miliar per tahun.

Menurut Jokowi, permasalahan nilai tukar saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal seperti kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat, perang dagang AS dengan Tiongkok, serta krisis ekonomi Turki dan Argentina. Makanya, tidak hanya Indonesia yang mengalami pelemahan nilai tukar. Namun, dia juga memerintahkan jajarannya untuk tetap waspada.

(Baca: Perang Dagang hingga Krisis Argentina Menekan Rupiah)

Namun menurut Jokowi ada dua kunci yang dapat menjadi penyelesaian masalah defisit yang berdampak pada pelemahan rupiah. Keduanya adalah investasi dan ekspor yang perlu ditingkatkan lagi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara perizinan online terintegrasi yang baru diluncurkan.

"Tanpa itu jangan harap dapat selesaikan masalah fundamental," katanya.

(Baca: Istana Minta Masyarakat Tak Panik dengan Pelemahan Rupiah)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha