Argentina Hentikan Penyelidikan Antidumping Serat Poliester Indonesia

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Selasa 9/10/2018, 12.13 WIB

Pemerintah Argentina menghentikan penyelidikan antidumping produk serat poliester bertekstur (Polyester Textured Yarn/PTY) dari Indonesia dan India.

Pelabuhan ekspor
Arief Kamaludin (Katadata)

Pemerintah Argentina menghentikan penyelidikan antidumping produk serat poliester bertekstur (Polyester Textured Yarn/PTY) dari Indonesia dan India. Penghentian itu dilakukan karena tak ditemukan bukti dumping dari kedua negara beserta dampak kerugiannya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan tidak ada hubungan kausalitas antara dugaan antidumping dan industri di Argentina. “Tentunya merupakan kabar yang menggembirakan, mengingat peningkatan ekspor merupakan salah satu fokus pemerintah,” kata Oke, dalam keterangan resmi, Selasa (9/10).

Keputusan diumumkan secara resmi oleh otoritas penyelidikan National Commission for Foreign Trade, Secretariat of Commerce Ministry of Production Argentina melalui final determination file No. 529/2018 tanggal 5 September 2018 perihal Termination of the Anti-dumping Duties on PTY Originating in or Imported from Indonesia and India.

(Baca : Pemerintah Kaji Usulan Penghentian Bea Masuk Anti Dumping Tinplate)

Oke mengungkapkan produsen serat poliester terbesar di Argentina, yakni Manufacture of Synthetic Fibers S.A juga sudah menarik permohonan penyelidikan antidumping. Perusahaan itu  juga yang  bertindak sebagai pihak yang mengajukan petisi dumping.

Menurut Oke, penarikan permohonan penyelidikan antidumping karena terbakarnya fasilitas penting untuk produksi. “Sehingga persyaratan hukum yang menjadi syarat penyelidikan tidak dapat dipenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati menyampaikan  bahwa penyelidikan antidumping produk serat poliester bertekstur dimulai sejak 12 September 2017. Pemerintah dan para eksportir asal Indonesia juga bekerja sama untuk memberikan tanggapan meski terkendala bahasa Spanyol dan Argentina.

(Baca : Produsen Kaleng Keberatan Bea Masuk Anti-Dumping Tinplate Diperpanjang)

Volume ekspor serat poliester bertekstur Indonesia ke Argentina secara umum mengalami penurunan pada periode 2013 ke 2017 sebesar 3,54%. Ekspor terbesar pada 2016 yaitu senilai US$ 8,10 juta namun menurun tahun 2017 menjadi US$ 5,2 juta.

Tahun ini, ekspor serat poliester bertekstur ke Argentina berprospek lebih cerah. Pada periode Januari sampai Juli 2018, ekspor komoidtas itu mencapai US$ 3,30 juta, atau meningkat sebesar 36,27% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,40 juta. Indonesia memiliki pangsa pasar sebesar 25% dari total impor serat poliester bertekstur Argentina.

“Terbukanya kembali akses pasar Argentina harus dilihat sebagai peluang untuk semakin meningkatkan ekspor serat poliester bertekstur, terutama karena Indonesia merupakan salah satu pemain penting di Argentina,” kata Pradnyawati.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha