Jonan: Harga BBM Premium Naik Jadi Rp 7.000 Mulai Malam Ini

Penulis: Yura Syahrul

Editor: Arnold Sirait

10/10/2018, 16.49 WIB

Harga Premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) naik menjadi Rp 7.000 per liter, dari sebelumnya Rp 6.550 per liter. Di luar Jamali Rp 6.900 per liter.

Jonan
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Pemerintah akhirnya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium per hari ini. Kenaikan itu seiring dengan tren harga minyak mentah di pasar global yang meningkat. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan kenaikan itu akan dilakukan sore hari, tergantung kesiapan PT Pertamina (Persero) untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut. "Harga Premium naik jam 18.00 WIB hari ini," kata dia di Bali, Rabu (10/10). 

Harga baru Premium untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) nantinya dipatok sebesar Rp 7.000 per liter. Di luar Jamali harganya akan menjadi Rp 6.900 per liter. Saat ini harga non Jamali Rp 6.450 per liter dan Jamali Rp 6.550 per liter.  Harga tersebut tidak mengalami perubahan harga April 2016. 

Kenaikan harga Premium ini juga dipengaruhi harga minyak dunia. Harga minyak jenis Brent sudah mencapai level US$ 80 per barel. Bahkan, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sudah menyentuh level tertinggi sejak awal tahun yakni US$ 74,88 per barel. Padahal, asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hanya US$ 48 per barel. 

Sementara itu, Pertamina sudah menaikkan harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO. Harga Pertamax Rp 10.400 per liter dari sebelumnya Rp 9.500 per liter. Lalu, Pertamax Turbo naik Rp 1.550 per liter menjadi Rp 12.250 per  liter.

Pertamina Dex naik menjadi Rp 11.850 per liter dari sebelumnya Rp 10.500 per liter, Dexlite naik dari Rp 9.000 per liter jadi Rp 10.500 per liter. Adapun harga Biosolar Non PSO kini Rp 9.800 per liter, awalnya Rp 7.700 per liter. 

(Baca: Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan Presiden Joko Widodo akan menaikkan harga jika diperlukan. "Presiden kalau merasa perlu, akan dilakukan. Tinggal soal waktu dan besarannya," ujar dia saat menjawab pertanyaan pengusaha Chairul Tanjung di salah satu forum diskusi, di Bali, Rabu (10/10).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN