Unilever Indonesia Cetak Penjualan Rp 31,5 Triliun pada Kuartal III

Penulis: Ekarina

Rabu 24/10/2018, 15.04 WIB

Kinerja Unilever ditopang oleh segmen usaha Home and Personal Care (HPC) Rp 21,2 triliun dan segmen Food and Refreshment (FNR) senilai Rp 10,3 triliun.

Unilever
Arief Kamaludin|KATADATA

Emiten produsen barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merilis performa indikatif (tidak diaudit) kuartal III 2018. Dalam paparannya, Unilever mencatat penjualan bersih sebesar Rp 31,5 triliun pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2018 dengan sebagian besar kinerja ditopang oleh segmen usaha Home and Personal Care (HPC) sebesar Rp 21,2 triliun dan segmen Food and Refreshment (FNR) senilai Rp 10,3 triliun.

Seiring dengan peningkatan penjualan Unilever, laba bersih perusahaan juga meningkat sebesar 39,7% menjadi Rp 7,3 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

(Baca: Unilever Lepas Bisnis Margarin dan Merek Blue Band Rp 2,9 Triliun)

"Kami berkomitmen untuk terus tumbuh di Indonesia dan mengembangkan inovasi untuk menjawab kebutuhan konsumen," kata Direktur & Sekretaris Perusahaan, Sancoyo Antarikso dalam keterangan resmi, Rabu (24/10).

Selain meluncurkan inisiatif baru, pada kuartal III 2018 Perseroan juga melakukan aksi korporasi berupa penjualan aset kategori Spreads dengan nilai transaksi bersih sebesar Rp 2,8 triliun. “Di tengah kompetisi yang intensif seperti saat ini, kami berusaha meningkatkan daya saing perusahaan di pasar dengan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan” kata Sancoyo.

Sebelumnya, Unilever Indonesia melepas aset bisnis margarin (spreads) meliputi aset tak berwujud berupa hak pendistribusian produk dengan merek dagang global Frytol, Blue Band Master dan Blue Band, serta merek dagang lokal Minyak Samin dan Blue Band Gold beserta sejumlah aset produksi, perlengkapan dan persediaan senilai Rp 2,9 triliun.

(Baca juga: Pendiri Diputus Pailit, SariWangi Tetap Berproduksi di Bawah Unilever)

Pelepasan bisnis tersebut telah mendapat restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar Rabu (21/6).

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan pemisahan lini bisnis spreads menandai langkah lebih lanjut Unilever Indonesia dalam membentuk dan mempertajam portofolio bisnis perusahaan untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Penjualan bisnis ini juga akan menciptakan bisnis Spreads berdiri sendiri dengan fokus pada pertumbuhan dan inovasi. "Saya yakin bahwa bisnis dan jiwa wirausaha masyarakat akan berkembang di bawah kepemilikan yang baru," ujarnya dalam keterangan resmi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha