Indonesia Sampaikan 23 Komitmen Senilai Rp 7,6 T untuk Lindungi Laut

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Rabu 31/10/2018, 19.46 WIB

Komitmen yang dicatat Indonesia turut memberi andil terhadap total 287 komitmen yang berhasil dicapai dalam OOC 2018 senilai US$ 10,7 miliar.

Terumbu karang
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Terumbu karang di bawah laut Taman Nasional Bali Barat, Bali, Selasa (9/8/2016)

Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Laut Dunia (OOC) 2018 menyampaikan telah memiliki 23 komitmen senilai US$ 500 juta atau setara Rp 7,5 triliun untuk aksi perlindungan laut. Jumlah komitmen ini  dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan pada OOC 2017 di Malta yang hanya mencapai 10 komitmen.

Ketua Tim Pengawal Komitmen OOC 2018, Anastasi Kusumawardani, mengungkapkan komitmen yang dicatat Indonesia turut memberi andil  terhadap total  287 komitmen yang berhasil dicapai dalam OOC 2018 sebesar US$ 10,7 miliar. "Indonesia berkomitmen untuk melakukan aksi perlindungan laut," kata Anastasia dalam keterangan resmi dari Bali, Rabu (31/10).

(Baca: Menteri Susi dan Retno Siap Bawa Indonesia Jadi Pemimpin Maritim Dunia)

Menurutnya, komitmen pada OOC 2018 tak hanya didominasi oleh pemerintahan negara peserta, tetapi juga para pelaku lain seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perusahaan swasta, filantropis, atau perseorangan.

Dua fokus utama pembuat komitmen adalah Marine Pollution dan Marine Protected Areas karena semakin tingginya perhatian negara-negara di dunia terhadap pelestarian laut. Sepanjang  2014-2017, penyelenggaraan OOC sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 633 komitmen. Namun, baru 206 komitmen yang terselesaikan hingga tahun 2018.

International Relation Officer European Union, Ramon Van Berneveld, mengaku puas terhadap penyelenggaraan OOC 2018. Sebab, OOC 2018 mampu menghadirkan lebih banyak kegiatan dan lebih banyak jumlah peserta.

(Baca juga: Puisi Jokowi Buka Konferensi Perikanan Dunia di Bali)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan penyelenggaraan OOC 2019 bakal berlangsung di Norwegia. "Mereka memiliki perhatian yang tinggi dalam isu kelautan di dunia karena mereka mampu mengelola lautnya dengan baik," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastutui pun secara simbolis memberikan replika kapal phinisi kepada Menteri Perikanan Norwegia Herald T. Nesvik. Alasannya, kapal phinisi jadi simbol perjalanan maritim Indonesia dan komitmen kami terhadap isu kelautan.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha