Putri Taipan Surabaya Siapkan Rp 1 Triliun Lewat Fintech Pohon Dana

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

12/12/2018, 15.45 WIB

Pohon Dana didukung oleh Bank Mayapada.

Fintech
Arief Kamaludin | Katadata

Putri dari taipan Surabaya, Dato' Sri Tahir, yakni Victoria Tahir membangun financial technology (fintech) pinjam-meminjam (lending) bernama Pohon Dana. Victoria menargetkan Pohon Dana bisa menyalurkan pinjaman Rp 1 triliun pada tahun depan.

Sejak beroperasi pada Agustus lalu, Pohon Dana sudah menyalurkan kredit Rp 140 miliar kepada 6 ribu peminjam. Modal untuk memberi pinjaman pun didapat dari Bank Mayapada Internasional dalam bentuk channeling.

"Sejauh ini channelling masih dari Mayapada saja," ujar Victoria, yang menjabat sebagai CEO Pohon Dana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12).

Tahun depan, Pohon Dana menargetkan penyaluran pinjaman mencapai Rp 1 triliun kepada 20 ribu peminjam. Untuk mencapai target tersebut, Pohon Dana bakal menyasar pasar di wilayah Timur Indonesia. Alasannya, belum banyak fintech lending yang menyasar wilayah tersebut. Selain itu, Pohon Dana melihat marketnya juga besar. 

Hanya, Presiden Direktur Pohon Dana Yu Ek menyadari, bahwa pemahaman masyarakat Indonesia di wilayah timur, khususnya mengenai fintech belum begitu baik. Selain itu, penduduk yang memiliki latar belakang (track record) pinjaman masih sedikit. Untuk itu, Pohon Dana bakal fokus pada verifikasi.

(Baca: Penyaluran Kredit Pemerintah Lewat Fintech Dimulai dari Daerah)

Verifikasi itu dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokoo Wajib Pajak (NPWP) dan bukti penghasilan. Sebab, Pohon Dana menetapkan kriteria pendapatan minimal Rp 3 juta per bulan bagi calon peminjam.

Selain itu, untuk meminimalisasi risiko, Pohon Dana bakal menerapkan tanggung renteng. "Kami juga akan menggaet pemimpin petani di wilayah timur (Indonesia)," kata Yu Ek. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan, pinjaman disalurkan kepada individu di wilayah tersebut.

Supaya jangkauan Pohon Dana ke wilayah timur Indonesia maksimal, Yu Ek bakal membuka kerja sama untuk penyediaan ponsel pintar (smartphone). Nantinya, peminjam bisa menyicil ponsel pintar tersebut. Sebab, untuk mengakses layanan Pohon Dana, para peminjam membutuhkan infrastruktur seperti ponsel pintar.

Saat ini, layanan Pohon Dana baru bisa diakses melalui situs PohonDana.id. Pada Januari 2019, Pohon Dana berencana merilis aplikasi di Google Play Store. "Masih fokus di Android dulu (belum di IOS), karena target segmen kami rerata menggunakan itu," kata dia. 

(Baca: Pengutang Membeludak, Fintech Pembiayaan Masih Minim Investor)

Pohon Dana pun menetapkan bunga sekitar 1,5-2% per bulan. Pinjaman yang bisa diambil mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 miliar. Tenor peminjamannya mulai dari  1 bulan hingga 30 bulan. Sejauh ini, rerata pinjaman digunakan untuk modal usaha (corporate loan). Pohon Dana juga belum mengenakan biaya administrasi kepada peminjam.

Pohon Dana sudah memeroleh status terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Agustus lalu. Kini, Pohon Dana tengah mengajukan izin ke OJK. Pohon Dana optimistis sudah mendapat izin pada Kuartal I-2019.

Adapun investor institusional Pohon Dana adalah Bank Mayapada, yang merupakan bagian dari grup Mayapada milik ayah Victoria Tahir. Meski begitu, Pohon Dana menerima investor retail atau individu. Namun, saat ini nilai pendanaan dari investor retail di Pohon Dana masih di bawah 2% dari total penyaluran kredit.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan