Cara Vlogger Kuliner Atur Pola Makan

Penulis: Dini Hariyanti

19/12/2018, 21.08 WIB

Magdalena dan Nex Carlos menyatakan tetap menjaga asupan gizi pada menu makanan sehari-hari, serta memeriksa kesehatan secara teratur.

Makanan
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Seorang chef menyajikan menu makanan menjelang Hari Kasih Sayang di Hotel Horizon, Malang, Jawa Timur, Rabu (8/2/2017).

Menyandang sebutan pecinta kuliner tak berarti setiap hari makan enak tanpa memikirkan keseimbangan gizi. Food Vlogger Magdalena dan Nex Carlos mengaku tetap menjaga pola makan dengan memerhatikan keseimbangan gizi dari menu yang disantap sehari-hari.

Food Vlogger Magdalena selaku Pemilik Channel Mgdalenaf ingin mengeksplorasi aneka kuliner untuk jangka waktu lama. Guna menjaga kesehatan jangka panjang, setiap hari dirinya menyempatkan diri olahraga sekitar satu jam.

"Saya biasanya thai boxing. Saya juga makan buah dan sayur tetapi ini tidak saya tampilkan di dalam tayangan channel vlog saya," tuturnya kepada Katadata.co.id, di Jakarta, Rabu (19/12).

(Baca juga: Bisnis Kuliner di Luar Jakarta? Ini Saran Chicken Crush dan Burgreens)

Magdalena membenarkan, aktivitas sebagai vlogger kuliner dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Tak hanya soal sensasi pedas yang bisa mempengaruhi kerja pencernaan, kandungan lemak hewani tinggi juga bisa mengganggu fungsi organ dalam.

Magdalena menyediakan waktu khusus untuk wisata kuliner terkait kebutuhan konten vlog, misalnya hanya dilakukan pada akhir pekan. "Bisa juga sebaliknya. Yang pasti, pintar-pintar menyesuaikan diri saja," tuturnya.

Untuk mengantisipasi rasa masakan ekstrim, terlalu pedas atau tinggi lemak, Magdalena punya trik tertentu. Tak jarang dia meminum minyak zaitun sebelum makan, sedangkan untuk makanan ekstra pedas dapat dinetralisir dengan meminum susu.

(Baca juga: Tren Kuliner 2019, Orisinalitas Menu Jadi Orientasi Utama Konsumen)

Magdalena sempat bercerita sekilas bahwa salah satu kuliner Indonesia terenak yang pernah dicicip adalah masakan Padang di Sumatra Barat. Menurutnya, cita rasa nasi kapau asli Padang berbeda 180 derajat dengan menu serupa di tempat lain.

"Sekali syuting vlog bisa untuk stok konten selama sebulan. Proses produksi yang paling lama biasanya editing. Total waktu sampai video dipublikasikan biasanya dua sampai tiga hari," tutur lulusan kriminologi Universitas Indonesia tersebut.

Tak jauh berbeda dengan Magdalena, Nex Carlos juga mengaku menjaga pola makan di luar aktivitas syuting vlog. Pemilik Channel Nex Carlos ini pun rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter terutama saat merasa performa fisiknya terganggu.

"Saya biasanya keluar kota setiap dua pekan selama tiga sampai empat hari. Selama itu saya makan terus. Saat pulang dari sana biasanya langsung check up," kata dia.

Di luar hari-hari syuting untuk konten vlog, Nex mengaku berusaha makan makanan yang lebih sehat disertai olahraga. "Biarpun biasanya saya langgar juga," katanya sembari tertawa. (Baca juga: Bappenas Dorong Peningkatan Ekspor Produk Makanan Halal

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan