Kontrak Gross Split Blok Rokan Diteken Akhir Bulan Ini

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/1/2019, 16.46 WIB

Pertamina dan Chevron tengah membahas masa transisi.

Ladang Minyak
Chevron

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjanjikan kontrak Blok Rokan yang berada di Riau ditandatangani bulan ini. Ini karena PT Pertamina (Persero) selaku operator baru telah memenuhi persyaratan kontrak yakni  membayar bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan. 

Adapun, targetnya kontrak tersebut diteken akhir Januari 2019. “Dalam dua pekan ke depan sudah bisa ditandatangani,” kata Jonan dikutip dari situs Migas Kementerian ESDM Jakarta, Senin (7/1).

Seperti diketahui, Pertamina telah membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 783 juta atau Rp 11,3 triliun. Selain itu telah melunasi, jaminan pelaksanaan sebesar 10 % dari komitmen kerja pasti sebesar US$ 500 juta.  Semua dibayar Pertamina pada Jumat (21/12/2018).

Kontrak blok yang saat ini dikelola Chevron Indonesia itu akan berakhir pada 2021. Pertamina mulai efektif mengelola Rokan per 9 Agustus 2021 mendatang.  Pertamina mendapatkan hak kelola 100% di Blok Rokan. Namun, Pertamina akan menawarkan 10 % ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dengan mengelola Rokan, nantinya kontribusi produksi minyak perusahaan pelat merah itu akan meningkat. Tahun 2018, kontribusi produksi minyak Pertamina sekitar 36%. “Di 2021 nanti, kami ekspektasi, kontribusi minyak Pertamina bisa meningkat 60%,” ujar Jonan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan masa transisi pengelolaan Blok Rokan belum masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B) 2019. “Sekarang  lagi pembicaraan antara Pertamina dan Chveron bagaimana transisi bisa berjalan,” ujar dia di Jakarta, Senin (7/1).

Terkait masa transisi Blok Rokan, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu juga pernah mengatakan masih membahas hal tersebut dengan Chevron. Pada tahun ini, Pertamina kemungkinan belum akan berinvestasi awal di Rokan.

“Kami akan kolaborasi dengan Chevron mengenai apa saja yang harus disiapkan. Kami punya keinginan lebih cepat, tapi rencana kerja dan biaya kali ini belum,” ujar Samsu kepada Katadata.co.id, Selasa (11/12/2018).

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

(Baca: Pertamina Rebut 100% Blok Rokan dari Chevron)

Namun, saat ini kinerja produksi Rokan mengalami penurunan. Pada 2018, lifting Blok Rokan hanya 209.466 barel per hari (bph) atau 98% dari target APBN 2018 sebesar 213.551 ribu bph.  Sementara itu pada 2017, lifting Rokan mencapai 224.300 ribu bph atau 97,9% dari target APBNP 2017.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha