SKK Migas Prediksi Produksi Blok Mahakam Naik di 2020

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/1/2019, 20.24 WIB

SKK Migas memprediksi produksi Pertamina naik karena investasi meningkat.

Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Pekerja sedang beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi produksi Blok Mahakam akan meningkat pada 2020. Kenaikan tersebut sebagai imbas dari hasil investasi yang akan dilakukan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) tahun ini di blok yang berada di Kalimantan Timur tersebut. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan tahun ini Pertamina akan mengebor banyak sumur untuk meningkatkan produksi. "Tahun 2019 ini rencana pengeboran cukup banyak di sana. Jadi akan berdampak di 2020," kata dia di Jakarta, Senin (7/1).

Mengacu data SKK Migas, kinerja lifting gas dari blok yang dikelola PHM tersebut selama tahun 2018 mencapai 832 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau hanya 75% dari target APBN 2018 sebesar 1.110 MMscfd. Capaian itu juga lebih rendah daripada tahun 2017 yang bisa menyentuh level 1.286 MMscfd.

Menurut Dwi, penyebab belum tercapainya lifting gas Pertamina tahun lalu salah satunya dipengaruhi masa transisi Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie ke Pertamina. Dalam hal ini sebelum kontrak berakhir, Total tidak lagi melakukan investasi di Blok Mahakam.

Penyebab lain belum tercapainya lifting gas Mahakam 2018 yakni tak masifnya investasi PHM di blok tersebut. Untuk itu Dwi memprediksi tahun ini capaian produksi Mahakam tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. "Jadi tahun 2019 masih belum terdampak," kata dia.

Seperti diketahui, Blok Mahakam dikelola resmi Pertamina mulai 1 Januari 2018. Ada sejumlah kegiatan yang ditargetkan Pertamina pada investasi di Blok Mahakam selama 2018, di antaranya mengebor 69 sumur pengembangan, pengerjaan ulang (workover) 132 sumur dan perawatan 5.623 unit sumur.Lalu, pengembangan lanjutan (Plan of Further Development/PoFD) di lima lapangan.

(Baca: Pertamina Ungkap Penyebab Lifting Blok Mahakam Tak Tercapai)

Anggaran untuk kegiatan Pertamina di Mahakam tahun lalu mencapai US$1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun, dana itu terdiri dari belanja modal sebesar US$ 700 juta dan biaya operasional sebesar US$ 1 miliar. Alhasil Dwi mengaku tahun ini investasi yang akan digelontorkan Pertamina akan lebih tinggi dari tahun lalu di Mahakam.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengakui realisasi produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas) di Mahakam selama 2018 belum memenuhi target. Namun, itu lebih baik daripada perkiraan Total E&P Indonesie. "Lebih tinggi produksi Pertamina dibanding dengan prediksi Total," kata dia di Jakarta, Senin (7/1).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha