Pollux Investasi dan Estika Tata Resmi Melantai di Bursa

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

10/1/2019, 13.27 WIB

Pada perdagangan perdana, saham POLI dan BEEF tercatat menguat dengan kenaikan harga saham masing-masing sebesar 49% dan 50%.

BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan dirinya optimis dengan pergantian tahun ini, meski tahun depan memasuki tahun politik. Justru tantangan terbesar datang dari faktor eksternal yang tak bisa dihindari.

Dua perusahaan yang bergerak di bidang investasi properti dan pengolahan daging,  PT Pollux Investasi International Tbk (POLI) dan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) resmi mencatatkan sahamnya di di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam Initial Public Offering (IPO) ini, POLI berhasil meraup dana segar Rp 657 miliar, sedangkan BEEF mengantongi dana sekitar Rp 128 miliar untuk mendanai ekspansi usaha.

Dalam proses IPO ini, POLI tercatat  melepas 402,11 juta sahamnya ke publik atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahan dengan harga penawaran sebesar Rp 1.635 per saham.  Namun pada perdagangan perdana, saham POLI melesat 49,85% dari harga yang ditawarkan sebelumnya menjadi Rp 2.450 per lembar.

Dana yang diperoleh dari hasil go public ini, sekitar 76,65% rencananya akan digunakan untuk mengembangkan usahanya. Sementara sisanya,  akan digunakan untuk pembayaran pinjaman pemegang saham dan modal kerja.

(Baca: Pos Indonesia Dorong Anak Usahanya Masuk Pasar Modal pada 2020)

Ke depan, perseroan juga berencana mengambil alih obligasi konversi PT Nobel Properti Kencana,  sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembang properti. Nobel Properti Kencana sendiri diketahui memiliki dan mengoperasikan gedung perkantoran Noble House di kawasan central business district (CBD) Mega Kuningan, Jakarta dan memiliki Iandbank di Jakarta, Semarang, dan Bali.

Dengan pengambilalihan obligasi konversi ini, perusahaan berharap  bisa memperkuat kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) dari bisnis penyewaan ruang perkantoran sekaligus mengembangkan usaha Pollux ke depan.

Sementara itu, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang juga melakukan penawaran umum perdana hari ini tercatat melepas sebanyak 376,86 juta saham atau setara 20% sahamnya ke publik.

Pada perdagangan perdana hari ini, harga saham perusahaan juga langsung menguat dengan kenaikan 50% menjadi Rp 520 per saham dari harga penawaran senilai Rp 340 per lembar. Dari IPO ini, perusahaan berhasil mampu meraup dana sebesar Rp 128,13 miliar.

Perusahaan menyatakan, dana hasil IPO renananya akan digunakan untuk pengembangan usaha berupa pembelian sapi lokal maupun impor dengan alokasi sekitar 45% dari dana IPO. Sementra itu, sekitar 25% dana IPO juga akan digunakan untuk pembelian barang dagangan dan produk lainnya dari impor serta lokal.

(Baca: BEI Kaji Pembebasan Harga Minimum Saham Gocap)

Adapun sekitar 30% sisanya, akan digunakan untuk investasi perluasan kandang, pembangunan fasilitas produksi baru di Subang (Jawa Barat), dan investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga (Jawa Tengah).

Dengan begitu, dana segar yang mereka raup, mayoritas atau 70% dialokasikan untuk modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan dalam memperluas jaringan usaha guna memenuhi permintaan pasar. "Kami optimis bahwa IPO ini dapat meningkatkan profit kami dengan cukup signifikan," Direktur Independen BEEF Frederik Wattimena.





Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha