Pemilik Restoran Sebut Omzet Susut Drastis Sejak Trans Jawa Beroperasi

Penulis: Dini Hariyanti

11/1/2019, 15.00 WIB

Omzet harian rumah makan sebelumnya bisa mencapai Rp 2,5 juta per hari, sekarang rerata hanya RP 1,5 juta per hari.

Tol Trans Jawa
Kementerian PUPR
Tol Trans Jawa

Omzet restoran di sepanjang jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Batang, Jawa Tengah kini hanya berkisar Rp 1,5 juta per hari. Nilai ini turun dibandingkan dengan sebelum tol Trans Jawa beroperasi, yakni antara Rp 2,25 juta - Rp 2,50 juta per hari.

Arif Munandar, salah satu pengusaha rumah makan, mengatakan bahwa sebagian besar kendaraan kini memanfaatkan ruas bebas hambatan tersebut sehingga kondisi jalur pantura relatif sepi.

"Bisa dikatakan, pengunjung berkendaraan yang ingin mampir ke rumah makan turun drastis," tutur pemilik Restoran Buyung tersebut, di Batang, Jumat (11/1). (Baca juga: Tambah 10 Gerai, Eatlah Jangkau Konsumen di Yogya, Bali, dan Medan

Konsumen yang datang ke rumah makan kini sebagian besar pengendara sepeda motor dan sopir truk sedang. Pengguna mobil pribadi dan bus rerata memilih melintasi tol Trans Jawa. Alhasil, imbuh Arif, bisnis restoran di pantura kembang kempis.

"Kami hanya berharap semoga bisa ramai lagi karena jika tidak ada perubahan signifikan maka lebih baik tutup usaha," katanya. (Baca juga: Transaksi Go-Food di Lima Lokasi Ini Naik Tertinggi

Bambang Supriyanto selaku Kepala Badan Pengelolaaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang menyatakan, penurunan jumlah pelanggan restoran di area pantura Batang dapat berimbas kepada target pajak restoran.

"Dengan dibukanya tol Trans-Jawa, akan berimbas langsung kepada penyerapan pajak dari restoran," ucapnya. (Baca juga: Jasa Marga Tertarik Akusisi Ruas Tol Trans Jawa Milik Waskita Karya

Pendapatan asli daerah (PAD) sepanjang tahun lalu terealisasi Rp 74,20 miliar. Nilai ini melampaui target atau tepatnya mencapai 104,16 persen target yang dibidik sebesar Rp 71,23 miliar. Pada tahun ini, ditargetkan lebih tinggi senilai Rp 74,52 miliar.

"Kami berharap target PAD 2019 bisa terlampaui karena dibangunnya rest area berkonsep TOD (transit oriented development) berlokasi di tepi tol Batang - Semarang KM 369," tutur Bambang.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha